Tautan-tautan Akses

AS dan Prancis Berlomba Tingkatkan Keamanan di Kawasan Teluk


Tentara Prancis dan AS memajang bendera nasional mereka di akhir parade militer Hari Bastille di Champs Elysees di Paris, Prancis, Jumat, 14 Juli 2017. (Foto: AP/Michel Euler)

Amerika Serikat dan Prancis berlomba-lomba untuk meningkatkan sistem radar Arab Saudi menyusul serangan drone dan rudal jelajah yang melumpuhkan infrastruktur minyak Saudi pada bulan September.

Kepala Pusat Komando AS dan Menteri Pertahanan Prancis menjelaskan misi maritim masing-masing negara guna melindungi perairan Teluk pada Forum Keamanan Bahrain, Sabtu (23/11).

Lebih dari dua bulan setelah serangan pada fasilitas minyak Saudi, Riyadh dan Washington belum dapat memberikan bukti konkret tentang dugaan keterkaitan Iran dalam serangan itu. Teheran membantah terlibat dalam serangan tersebut.

"Kami terus memperbaiki informasi tentang serangan terhadap Aramco (perusahaan minyak negara Saudi) dan itu akan dirilis melalui Saudi," kata Jenderal Kenneth McKenzie, yang mengawasi operasi di Timur Tengah dan Asia Selatan.

“Kami bekerja sama dengan Saudi untuk meningkatkan jaringan sistem mereka. Itu akan membuat mereka lebih mampu bertahan melawan ancaman semacam ini," katanya kepada wartawan.

McKenzie mengatakan adanya peningkatan kehadiran militer AS di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di selatan Riyadh, selain pangkalan besar di Qatar dan Bahrain.

Sementara Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, mengatakan Paris secara terpisah akan mengirim Riyadh "paket peringatan canggih", termasuk diantaranya radar. Alat tersebut akan berguna untuk menghadapi serangan dengan ketinggian rendah.

“Alat ini akan berada di Arab Saudi dalam beberapa hari mendatang sehingga akan beroperasi sangat, sangat cepat. Tetapi ada analisa yang harus dilakukan untuk mengidentifikasi dengan lebih baik untuk menutupi kelemahannya," katanya kepada wartawan. [ah]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG