Tautan-tautan Akses

AS, China Janjikan Kondisi Mendukung Gencatan Perang Tarif


Kantor Kementerian Perdagangan China di Beijing, 9 Januari 2019. (Foto: dok).

Para perunding perdagangan AS dan China menjanjikan kondisi-kondisi yang mendukung bagi pemberlakuan gencatan perang tarif, kata kantor berita resmi pemerintah Xinhua.

Janji itu disampaikan kedua pihak dalam pembicaraan telepon, Jumat (8/5), yang berlangsung setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menarik AS dari kesepakatan dagang dengan China jika Beijing tidak membeli lebih banyak barang dan jasa Amerika sebagai imbalan keputusan Washington untuk membatalkan kenaikan tarif.

Xinhua mengatakan, Wakil Perdana Menteri Liu He, yang menjadi kepala utusan perdagangan China, Utusan Perdagangan AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, menjanjikan kondisi yang mendukung bagi implementasi kesepakatan tahap satu yang ditandatangani Januari lalu. Menurut kantor berita itu, mereka sepakat melanjutkan komunikasi dan koordinasi namun tanpa merinci lebih jauh.

Wakil PM China, Liu He bersama Utusan Perdagangan AS Robert Lighthizer (kiri) dan Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin di Washington, D.C., 10 Oktober 2019. (Foto: dok).
Wakil PM China, Liu He bersama Utusan Perdagangan AS Robert Lighthizer (kiri) dan Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin di Washington, D.C., 10 Oktober 2019. (Foto: dok).

Kedua pemerintah telah melakukan perang tarif terhadap produk impor bernilai ratusan miliar dolar sejak 2018. Perang tarif itu dipicu oleh surplus perdagangan dan ambisi teknologi Beijing.

Berdasarkan kesepakatan Januari, Washington sepakat untuk mengurangi sejumlah kenaikan tarif dan menunda kenaikan tarif lainnya dengan imbalan komitmen China untuk membeli produk pertanian dan produk ekspor AS lainnya senilai 200 miliar dolar. Beijing telah mulai kembali membeli kacang kedelai Amerika, namun belum mengukuhkan berapa besarnya.

Pada Minggu (3/5), Trump mengatakan kepada Fox News, “Kalau mereka tidak beli, kita akan batalkan keputusan itu. Sangat sederhana.”

Hingga hari ini, kedua pemerintah belum mengumumkan jadwal perundingan perdagangan lebih lanjut. (ab/uh)

XS
SM
MD
LG