Tautan-tautan Akses

AS

AS Bukukan Ekspor Senjata $55,6 Miliar, Naik 33%


Kendaraan lapis baja Paladin dan kru dalam latihan bersama di Fort Riley, 12 September 2012.

Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika atau Pentagon, Selasa (9/10), mengatakan kepada Reuters bahwa nilai penjualan perlengkapan militer Amerika kepada pemerintah asing naik sebanyak 33 persen menjadi $55,6 miliar atau sekitar 851.38 triliun rupiah (dengan kurs saat ini) pada tahun fiskal yang berakhir 30 September.

Sebagian dari kenaikan itu karena strategi Presiden Donald Trump dalam program “beli barang Amerika.” Program itue melonggarkan aturan penjualan senjata buatan Amerika kepada negara lain dan mendorong pejabat AS untuk memperluas bisnis Amerika di luar negeri.

Bagian integral dari strategi itu ialah mengurangi birokrasi supaya negara lain bisa membeli perlengkapan yang lebih besar dan mematikan dari kontraktor militer Amerika. Peraturan ekspor bagi perlengkapan mulai dari pesawat jet tempur dan drone sampai kapal perang dan artileri sudah diperlonggar.

Para pejabat pemerintahan Trump berargumen semua penjualan itu melindungi kepentingan Amerika dengan membuat negara sekutu makin tangguh dalam membela diri, hingga meminimalkan keterlibatan Amerika.

Beberapa perusahaan senjata terbesar AS, antara lain Boeing, Lockheed Martin, Raytheon, General Dynamics, dan Northrop Grumman. [al]

XS
SM
MD
LG