Tautan-tautan Akses

AS Blokir Pernyataan DK PBB tentang Kekerasan Gaza


Anggota keluarga dan militan Palestina bertopeng mengusung jenazah Hamdan Abu Amsha, 23, dalam acara pemakamannya di Beit Hanoun, Jalur Gaza, 31 Maret 2018 (foto: AP Photo/Adel Hana)
Anggota keluarga dan militan Palestina bertopeng mengusung jenazah Hamdan Abu Amsha, 23, dalam acara pemakamannya di Beit Hanoun, Jalur Gaza, 31 Maret 2018 (foto: AP Photo/Adel Hana)

Amerika hari Sabtu memblokir rancangan pernyataan Dewan Keamanan PBB yang mendesak pihak-pihak yang terlibat agar menahan diri dan menyerukan penyelidikan atas bentrokan di perbatasan Gaza-Israel yang menewaskan 16 orang, demikian dikatakan para diplomat.

Bentrokan terjadi ketika puluhan ribu warga Gaza melancarkan protes di dekat perbatasan hari Jumat. Pasukan Israel, dengan menggunakan gas air mata dan peluru tajam, memaksa sejumlah kecil demonstran yang dalam jarak ratusan meter mendekati pagar perbatasan yang dijaga ketat, agar kembali.

Selain 16 tewas, lebih dari 1.400 warga Palestina terluka, 758 di antaranya akibat tembakan peluru tajam, dan selebihnya terluka akibat peluru karet dan gas air mata, menurut kementerian kesehatan Gaza.

Kuwait, yang mewakili negara-negara Arab di dewan keamanan PBB, menyampaikan usul pernyataan itu, yang menyerukan "penyelidikan independen dan transparan" atas kekerasan itu.

Rancangan pernyataan dewan itu juga menyatakan "keprihatinan besar pada situasi di perbatasan." Dan menegaskan kembali "hak untuk protes damai" dan menyatakan "kesedihan dewan atas hilangnya nyawa orang Palestina yang tidak bersalah."

Rancangan pernyataan itu diedarkan ke dewan hari Jumat, tetapi Amerika mengajukan keberatan hari Sabtu dan mengatakan tidak mendukung pengesahannya, ujar seorang diplomat Dewan Keamanan kepada kantor berita Perancis, AFP. [ka/al]

XS
SM
MD
LG