Tautan-tautan Akses

AS Bertekad Kembali Berlakukan Sanksi Internasional terhadap Iran


Foto yang dirilis Organisasi Energi Atom Iran tampak bagian dalam Fasilitas Konversi Uranium Fordo di Qom, 6 November 2019.
Foto yang dirilis Organisasi Energi Atom Iran tampak bagian dalam Fasilitas Konversi Uranium Fordo di Qom, 6 November 2019.

Amerika Serikat bertekad untuk "kembali memberlakukan" semua sanksi internasional yang sebelumnya dikenakan terhadap Iran yang akan efektif 19 September 2020, pukul 20.00 waktu bagian timur AS.

Lebih banyak hal yang akan diumumkan pada akhir pekan ini dan minggu depan terkait rencana Washington untuk menegakkan ‘sanksi-sanksi PBB kembali.’

"Kita akan kembali ke PBB untuk memberlakukan kembali sanksi-sanksi sehingga embargo senjata dapat menjadi permanen minggu depan," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Rabu (16/9) dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab.

"Kami sangat setuju bahwa Iran tidak boleh - tidak pernah diizinkan untuk mempunyai senjata nuklir," kata Raab lebih jauh. “Kami juga sama-sama berpandangan bahwa pintu diplomatik terbuka bagi Iran untuk negosiasi langkah damai selanjutnya. Keputusan dan pilihan itu ada untuk diambil oleh kepemimpinan Teheran."

Raab tidak memaparkan lebih lanjut sikap Inggris terkait penerapan kembali sanksi-sanksi atas Iran tersebut.

Inggris, Perancis, dan Jerman, yang disebut E3, pada Agustus lalu menyatakan tidak mendukung langkah AS untuk menerapkan kembali sanksi PBB terhadap Iran dan menilai tindakan itu tidak sesuai dengan upaya untuk mendukung kesepakatan nuklir Iran.

“Apakah negara-negara itu akan benar-benar mengabaikan sanksi PBB (di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB 2231) masih harus ditinjau,” kata Utusan Khusus AS untuk Iran dan Venezuela, Elliott Abrams, kepada para wartawan mengemukakan melalui konferensi telepon, Rabu (16/9). Ia menambahkan E3 dan negara-negara Eropa lainnya kepada Washington telah menyatakan tidak ingin embargo senjata Iran berakhir, tetapi mereka tidak dapat mengambil tindakan apa pun untuk mempertahankan embargo senjata PBB tersebut.

Abrams menjelaskan sanksi yang kembali diberlakukan termasuk ‘larangan atas keterlibatan Iran dalam kegiatan pengayaan dan pemrosesan ulang, larangan pengujian dan pengembangan rudal balistik, dan sanksi terhadap transfer teknologi nuklir kepada Iran dan hal yang terkait dengan rudal."

Para pejabat AS memperingatkan jika Iran yang bebas dari pembatasan itu maka destabilisasi kawasan akan terus berlanjut, konflik semakin bertambah termasuk perlombaan senjata regional. [mg/pp]

XS
SM
MD
LG