Tautan-tautan Akses

AS

AS Batasi Anggota Staf Media Milik Pemerintah China 


Sebuah layar mempromosikan Kantor Berita Xinhua milik pemerintah China tampak di Times Square, kawasan Manhattan, New York, 2 Maret 2020.(Foto: Reuters)

Pemerintahan Trump membatasi jumlah personel media pemerintah China yang diizinkan untuk bekerja di Amerika Serikat, karena "Beijing telah lama melakukan intimidasi dan pelecehan terhadap wartawan."

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Senin (2/3), mengumumkan pembatasan atas warga negara Republik Rakyat Chin dari lima media milik China, yaitu Kantor Berita Xinhua, Jaringan Televisi Global China (CGTV), Radio Internasional China, China Daily Distribution Corp, dan Hai Tian Development USA, Inc.

Kelima entitas itu sekarang ini mempekerjakan sekitar 160 warga negara China. Menurut Departemen Luar Negeri AS, jumlah itu akan berkurang menjadi 100 saat pembatasan berlaku mulai 13 Maret.

Batasan itu tidak berdampak pada warga negara China yang bekerja untuk organisasi media lain di AS. Duta besar China untuk PBB Zhang Jun, Senin (2/3), mengatakan AS seharusnya tidak mencampuri pekerjaan wartawan China.

Kelima entitas itu ditunjuk oleh AS sebagai "alat propaganda eksplisit Partai Komunis China (PKT)" dan sebelumnya telah disebut oleh Departemen Luar Negeri Amerika sebagai kantor perwakilan pemerintah China di luar negeri.

"Tujuan kami adalah melakukan usaha yang berimbang," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan. “Seperti yang telah kami lakukan di bidang lain dalam hubungan AS-China."

Pejabat senior pemerintahan Trump lainnya mengatakan AS mengeluarkan 3.000 visa I-1 untuk negara-negara China yang bekerja di Amerika sejak 2015.

“Sebaliknya, media berita AS hanya memiliki sekitar 75 warga AS atau warga non-Tionghoa lainnya yang bekerja di China daratan.”

Visa I-1 dikeluarkan oleh pemerintah AS untuk perwakilan media asing untuk bekerja di Amerika. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG