Tautan-tautan Akses

AS Ancam Mundur dari Dewan HAM PBB jika Tak Ada Reformasi

  • Lisa Schlein

Duta besar AS untuk PBB, Nikki Haley menghadiri sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Selasa (6/6).

Duta besar AS untuk PBB, Nikki Haley memperingatkan bahwa Amerika bisa keluar dari Dewan HAM jika badan PBB itu tidak mengambil langkah reformasi yang diperlukan.

Nikki Haley adalah duta besar Amerika ke-29 untuk PBB dan yang pertama berpidato di depan Dewan HAM PBB itu. Haley berpidato kepada para delegasi yang menghadiri pembukaan sidang dewan itu yang akan berlangsung selama tiga minggu.

Pesannya yang kuat dan tegas didengar oleh dewan beranggotan 47 negara itu.

“Saya bersyukur atas kesempatan untuk berbicara di hadapan badan ini mengenai isu yang kami yakini sangat penting yaitu menghormati HAM. Sebagaimana anda ketahui, Amerika mengamati dengan seksama dewan ini dan partisipasi kami di dalamnya. Kami melihat beberapa bidang yang harus diperkuat,” tegasnya.

Haley mengecam dewan mengenai apa yang dianggapnya sebagai standar ganda terhadap Israel. Contohnya, ia menyebut dewan tidak pernah menetapkan resolusi yang mengecam Venezuela karena pelanggaran HAM yang serius.

“Tapi dewan mengeluarkan lima resolusi yang bias pada bulan Maret terhadap satu negara, Israel. Penting bagi dewan ini mengatasi bias kronisnya yang anti Israel, jika ingin mempunyai kredibilitas,” tambahnya.

Amerika dan Israel adalah sekutu. Amerika sejak lama mengatakan bahwa dewan secara tidak adil memusatkan perhatian pada dugaan pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan Israel, termasuk perlakuan terhadap rakyat Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Duta besar Amerika itu mengatakan keanggotaan dalam Dewan PBB itu bisa diubah. Ia mengatakan Venezuela, negara di mana situasi HAM terus merosot adalah anggota dewan - situasi yang menurutnya tidak bisa dipertahankan.

"Dewan harus membahas isu ini. Jika Venezuela tidak bisa melakukannya maka negara itu secara suka rela harus mundur dari Dewan HAM sampai bisa mengatasi keadaan dalam negaranya sendiri,” tandas Haley.

Haley mengatakan menjadi anggota dewan adalah sebuah hak istimewa dan tidak ada negara pelanggar HAM yang boleh menjadi anggota dewan itu. [my/ii]

XS
SM
MD
LG