Tautan-tautan Akses

AS akan Kerjasama dengan Duterte setelah Kecaman Terbaru


Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan mencabut perjanjian yang memungkinkan pasukan AS mengunjungi negaranya (foto: dok).

Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan mencabut perjanjian yang memungkinkan pasukan AS mengunjungi negaranya.

AS hari Minggu (18/12) mengatakan akan bekerja sama dengan presiden Filipina untuk mengatasi segala kekhawatiran, setelah dia mengancam akan mencabut perjanjian yang memungkinkan pasukan AS mengunjungi Filipina.

Presiden Rodrigo Duterte berang setelah sebuah badan bantuan pemerintah AS menunda pemungutan suara mengenai perpanjangan paket bantuan pembangunan besar bagi Filipina karena mengkhawatirkan pembunuhan tanpa dasar dalam kampanye Duterte melawan narkoba, yang telah menewaskan ribuan orang.

Meskipun belum ada keputusan terkait paket bantuan itu, Duterte hari Sabtu melancarkan kritikan tajam, menyerukan AS untuk “bersiap-siap meninggalkan Filipina, bersiap-siap menghadapi dibatalkannya Visiting Forces Agreement.''

Dia merujuk pada perjanjian tahun 1998 yang mengatur mengenai kunjungan pasukan AS ke Filipina untuk mengadakan latihan tempur gabungan. Perjanjian itu telah membantu Filipina meredam pergolakan ekstremis Muslim di selatan serta melatih dan melengkapi pasukan Filipina dalam menghadapi China yang agresif di perairan Laut China Selatan.

Kedutaan AS di Manila mengatakan dalam pernyataan bahwa Washington akan bekerja sama erat dengan pemerintahan Duterte untuk mengatasi segala kekhawatiran yang mungkin dimiliki. Tapi, tidak merincikan lebih lanjut.

Gedung Putih tidak segera berkomentar, tetapi juru bicara Josh Earnest telah mengatakan sebelumnya bahwa Gedung Putih tidak akan bereaksi secara terbuka setiap kali Duterte melancarkan kecaman. [vm/ds]

XS
SM
MD
LG