Tautan-tautan Akses

AS

AS akan Kembangkan Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik


Presiden AS Joe Biden berpartisipasi dalam KKT ASEAN yang dilaksanakan secara virtual dari auditorium di Gedung Putih, pada 26 Oktober 2021. (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)

Amerika Serikat (AS) telah berencana untuk “meneliti pengembangan sebuah kerangka kerja ekonomi Indo-Pasifik bersama mitra-mitranya,” demikian pengumuman yang dibuat oleh Gedung Putih pada Rabu (27/10), saat Presiden Joe Biden melakukan diplomasi Asia Timur melalui kehadirannya dalam pertemuan virtual dengan negara-negara di kawasan tersebut.

Gedung Putih tidak memberikan banyak rincian, dan hanya mengatakan, kerangka kerja ini akan “merumuskan tujuan bersama kita seputar fasilitasi perdagangan, standar untuk ekonomi digital dan teknologi, ketahanan rantai pasokan, dekarbonisasi, dan energi bersih, infrastruktur, standar pekerja, serta bidang-bidang lain yang diminati bersama.”

Sementara tidak ada kebijakan resmi yang ditetapkan, pengumuman ini bisa membantu menanggapi keprihatinan yang menyebutkan bahwa AS tertinggal dari segi hubungan perdagangan kawasan dibandingkan dengan rivalnya China. Washington tidak ambil bagian dalam Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kawasan, sebuah persetujuan perdagangan bebas yang didukung Beijing, di antara negara-negara Asia Pasifik yang meliputi hampir 30% dari ekonomi global.

“Pemerintahan Biden tahu bahwa tatanan ekonomi merupakan titik lemah yang besar,” kata Greg Poling, seorang analis yang memiliki kepakaran tentang Asia Tenggara dari lembaga think thank CSIS.

“Yang paling diinginkan (oleh) kawasan adalah AS bergabung kembali ke dalam CPTPP, pengganti dari Kemitraan Trans Pasifik. Dan hal itu tidak akan terjadi.”

Hal itu, katanya, menyebabkan AS punya sedikit opsi, seperti kerangka kerja baru ini.

“Saya rasa banyak kalangan tidak yakin, tetapi sekumpulan prakarsa ekonomi merupakan yang terbaik yang bisa mereka lakukan mengingat kenyataan politik di Washington,” kata Poling.

Keputusan ini diumumkan setelah penyertaan Biden pada Rabu pagi dalam KTT Asia Timur yang berlangsung secara virtual, yang melibatkan AS ke dalam diplomasi kawasan tersebut secara lebih dalam setelah absen selama empat tahun.

Kelompok negara-negara ini memiliki keprihatinan dengan ambisi China yang semakin besar, pembangkangan Korea Utara, dan kondisi pasca kudeta di Myanmar.

KTT Asia Timur tahunan ini mempertemukan 18 negara, termasuk AS, Australia, China, dan Rusia, dan dirintis oleh 10 negara ASEAN. [jm/lt]

XS
SM
MD
LG