Tautan-tautan Akses

Armenia, Azerbaijan Saling Tuduh Pelanggaran Gencatan Senjata


Asap tampak mengepul di Stepanakert, wilayah separatis Nagorno-Karabakh, akibat serangan artileri oleh pasukan Azerbaijan (4/11).

Para pemimpin Azerbaijan dan Armenia, Jumat (6/11) menuduh satu sama lain melanggar perjanjian gencatan senjata di Nagorno-Karabakh di mana pertempuran berlanjut selama enam minggu berturut-turut.

Perdana Menteri Azerbaijan Ali Asadov mengemukakan negaranya tidak akan pernah menerima pendudukan atas wilayahnya dan "akan berjuang sampai akhir".

Dalam konferensi video, Asadov berbicara dengan mitranya dari Rusia, Mikhail Mishustin, dan wakil Perdana Menteri Armenia, Mher Grigoryan.

Grigoryan menyalahkan Azerbaijan karena melanggar gencatan senjata di wilayah itu dan meminta Azerbaijan untuk "memahami bahwa tidak ada solusi secara militer terkait masalah Nagorno-Karabakh".

Sedikitnya tiga warga sipil tewas dalam penembakan terakhir di kota-kota Nagorno-Karabakh pada hari Jumat (6/11) ketika Azerbaijan melancarkan ofensifnya untuk kembali merebut kendali atas wilayah separatis, beberapa otoritas wilayah menjelaskan.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan membantah tealah menarget beberapa wilayah sipil, seperti yang terjadi pada pertempuran beberapa sebelumnya, dan menuduh Armenia menarget kota Terter dan desa-desa sekitar di wilayah Azerbaijan.

Menurut beberapa pejabat Nagorno-Karabakh, 1.177 tentara dan 50 warga sipil telah tewas.

Pihak berwenang belum mengungkapkan kerugian militer Azerbaijan, namun menyatakan pertempuran itu telah menewaskan sedikitnya 92 warga sipil dan melukai lebih dari 400 warga. [mg/pp]

Lihat komentar (1)

Recommended

XS
SM
MD
LG