Tautan-tautan Akses

Anwar Ibrahim Menang Pemilu Parlemen


Politisi Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) merayakan kemenangan pemilu parlemen di Port Dickson, kota di pesisir selatan Malaysia, Sabtu, 13 Oktober 2018. (Foto:AP)

Politisi Malaysia yang karismatik Anwar Ibrahim memenangkan sebuah pemilihan khusus untuk kursi di parlemen dengan kemenangan mutlak, Sabtu (13/10).

Kemenangannya menandakan kebangkitan Anwar kembali di dunia politik serta mempersiapkan dirinya untuk mengambil alih tampuk kepemimpinan dari Perdana Menteri Mahathir Mohamad, kantor berita Associated Press melaporkan.

Anwar ditunjuk sebagai pengganti Mahathir setelah kedua tokoh politik Malaysia itu mengesampingkan pertikaian mereka dan bersatu untuk memenangkan pemilihan umum pada Mei lalu.

Anwar waktu itu tidak bisa ikut pemilihan karena menjalani hukuman penjara dengan tuduhan sodomi. Dia saat itu mengatakan tuduhan itu merupakan rekayasa politik. Tetapi setelah pemilihan dia dibebaskan dan diberi pengampunan oleh raja.

Komisi pemilihan mengatakan, Anwar meraih 31.016 suara untuk kursi parlemen mewakili Port Dickson, dan mengalahkan enam kandidat lainnya. Pesaingnya yang terdekat meraih hanya 7.456 suara.

Anwar mengatakan tidak menduga akan memenangkan pemilihan dengan selisih besar dan dia menyebutnya sebagai kemenangan yang “meyakinkan.”
“Menurut saya ini tonggak penting, suara percaya kepada pemerintah dan agenda reformasi, dan untuk perdana menteri secara pribadi,” katanya.

Anwar yang akan dilantik sebagai anggota parlemen pada Senin (15/10), menegaskan kembali janjinya untuk memfokuskan perhatian pada reformasi parlemen.

Anwar Ibrahim pernah menjadi tokoh populer dari koalisi yang berkuasa, namun kemudian dijatuhi hukuman dengan tuduhan melakukan sodomi dan korupsi setelah terjadi persaingan kekuasaan dengan Mahathir, yang menjabat sebagai perdana menteri sampai 2003.

Anwar dibebaskan pada 2004, tetapi kemudian dijatuhi penjara lagi pada 2015 dengan tuduhan sodomi, tuduhan yang katanya direkayasa untuk menghancurkan karir politiknya.

Karena marah dengan skandal korupsi besar di dana investasi negara, Mahathir mencalonkan diri kembali dan kedua tokoh ini membentuk persekutuan yang berhasil memenangkan mereka pada pemilihan nasional 9 Mei.

Mahathir, usia 93 tahun kini adalah pemimpin tertua di dunia, dan katanya, dia akan menjabat selama dua tahun, dan berjanji akan mengalihkan kekuasaan kepada Anwar. [jm]

XS
SM
MD
LG