Tautan-tautan Akses

Anggota Parlemen pro-Hong Kong Ancam Mundur


Sejumlah anggota parlemen Hong Kong mengancam akan mengundurkan diri secara massal pada konferensi pers hari Senin (9/11).

Sejumlah anggota parlemen Hong Kong pada Senin (9/11) mengatakan akan mengundurkan diri secara massal dari dewan legislatif kota apabila pemerintah pusat China di Beijing mendiskualifikasi mereka.

Pengumuman yang datang dari ke-19 anggota yang beroposisi itu disampaikan di tengah berbagai laporan yang belum dikukuhkan bahwa Komite Kongres Rakyat Nasional China, yang akan bertemu pada Selasa (10/11) dan Rabu (11/11), sedang bersiap-siap untuk mendiskualifikasi empat anggota parlemen.

Berbagai laporan media di Hong Kong, termasuk South China Morning Post, mengatakan bahwa empat anggota dewan itu akan dituduh mengulur pertemuan dan melanggar sumpah jabatan.

Penyelenggara kamp pro-demokrasi, Wu Chi-wai, mengatakan bahwa segala langkah oleh Beijing untuk mendiskualifikasi para anggota dewan dan mencegah mereka melakukan tugas, merupakan hal yang "konyol."

"Itu mencerminkan bahwa mereka kejam, dan mereka tidak menghormati konstitusi," katanya, merujuk pada konstitusi mini yang mengatur wilayah semi-otonom Hong Kong, setelah bekas koloni Inggris itu diserahkan kembali kepada China pada 1997.

Anggota parlemen Dennis Kwok mengatakan bahwa diskualifikasi itu "meninggalkan" semangat asli dari kerangka kerja "satu negara, dua sistem" di mana Hong Kong menikmati kebebasan yang tidak ditemukan di China daratan. "Sepertinya mereka yang berkuasa tidak bisa mentolerir oposisi lagi," kata Kwok. "Mereka bersikeras menyingkirkan semua oposisi di Dewan Legislatif, dan mereka bersikeras menyingkirkan semua Demokrat."

Keempat anggota parlemen yang terancam didiskualifikasi itu, dilarang mengikuti pemilihan awal tahun ini. Setelah pemilihan legislatif itu ditangguhkan, keempatnya telah memutuskan untuk tetap menjabat hingga setahun lagi. [vm/lt]

Lihat komentar (2)

Recommended

XS
SM
MD
LG