Tautan-tautan Akses

AS

Anggota DPR Partai Republik Serukan Pemakzulan Trump


Anggota DPR AS, Justin Amash

Presiden Trump hari Minggu (19/5) menyerang anggota DPR Justin Amash dan menyebutnya “pejuang kelas bulu” setelah anggota partai Republik itu menyerukan supaya Trump dimakzulkan.

Justin Amash adalah anggota partai Republik pertama yang menyampaikan seruan itu.

Trump mengatakan ia “tidak pernah suka” pada anggota DPR yang sudah menjabat lima kali itu.

“Ia menentang saya dan berbagai ide dan kebijakan Partai Republik yang hebat, supaya namanya terkenal lewat kontroversi,” kata Trump lewat Twitter.

Kata Trump lagi, Amash adalah “orang yang kalah dan dimanfaatkan oleh musuh-musuh kita.” Justin Amash mengklaim bahwa Trump “telah berperilaku yang bisa di impeach”, karena berusaha menghalangi penyelidikan oleh Jaksa Khusus Robert Mueller tentang campur tangan Russia dalam pemilihan presiden Amerika tahun 2016.

Sejumlah anggota partai Demokrat dalam DPR menyerukan supaya Trump dimakzulkan, walaupun ketua DPR Nancy Pelosi belum memberikan persetujuan dimulainya sidang dengar pendapat tentang hal itu, sementara beberapa komite khusus DPR pajak atau tidak, dan apa yang dilakukannya sejak menjadi presiden dua tahun lalu.

Trump bertekad akan melawan semua permintaan resmi untuk memberikan berbagai jawaban atas usaha bisnis dan kewajiban pajaknya, dan tentang kebijaksanaan pemerintah yang dijalankannya. Sebagian dari usaha untuk minta dokumen-dokumen Gedung Putih dalam pemerintahan Trump sedang diproses pengadilan, dan banyak lagi permintaan dan pertanyaan kemungkinan akan diajukan.

Justin Amash, anggota partai Republik itu, setelah membaca laporan jaksa khusus Mueller, mengatakan bahwa Jaksa Agung William Barr “telah dengan sengaja membalikkan laporan Mueller itu,” dan mengatakan Barr “dengan sengaja berusaha menipu rakyat” tentang temuan jaksa khusus Mueller. (ii)

XS
SM
MD
LG