Tautan-tautan Akses

Ancam Blokir WhatsApp, Indonesia Tertibkan Konten Mesum di Internet


Aplikasi pengirim pesan WhatsApp terlihat di layar ponsel, 3 Agustus 2017.

Pemerintah Indonesia mengatakan akan memanggil perwakilan dari penyedia layanan pengiriman pesan dan mesin pencari, termasuk Google milik Alphabet Inc. untuk meminta mereka menghapus konten yang tidak senonoh.

Rencana pemanggilan ini muncul sehari setelah pemerintah Indonesia mengancam akan memblokir WhatsApp Messanger.

"Kami akan memanggil seluruh penyedia jasa layanan, termasuk Google untuk membersihkan jaringan mereka," kata Samuel Pangerapan, direktur jenderal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (7/11), seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Senin (6/11), pemerintah Indonesia mengancam akan memblokir aplikasi pengiriman pesan Whatsapp milik Facebook dalam waktu 48 jam jika Whatsapp tidak menghapus gambar-gambar mesum dalam bentuk Graphics Interchange Format (GIF).

WhatsApp yang sangat populer digunakan di Indonesia, negara dengan jumlah populasi mayoritas Muslim terbanyak di dunia, mengatakan enkripsi pesan telah menghalangi pihaknya untuk memonitor animasi grafis atau dikenal dengan GIFs yang tersedia melalui layanan pihak ketiga.

WhatsApp dalam pernyataannya Senin mengatakan pihaknya telah meminta pemerintah Indonesia untuk bekerja sama dengan para penyedia layanan, yang mengintegrasikan teknologi mereka dengan WhatsApp sehingga memungkinkan pengguna untuk memasukkan kata kunci untuk mencari GIFs.

Internet di Indonesia sebagian disensor dengan memblokir akses ke situs-situs web yang mengkritik Islam, layanan kencan dan pendidikan seks, menurut sebuah riset yang diterbitkan Mei oleh Tor Project, perusahaan nirlaba pembuat alat penelusuran situs web..

Pangerapan mengatakan WhatsApp akan diblokir dalam waktu 48 jam kecuali gambar-gambar yang dipasok oleh pihak ketiga dihilangkan dari layanan tersebut.

"Ya, benar. Mereka harus mengikuti aturan dari tuan rumah," kata Pangerapan menanggapi usulan pemblokiran, Senin.

Kementerian telah melayangkan tiga surat kepada WhatsApp mengenai masalah ini, kata Pangerapan.

"Mereka telah merespon, namun meminta kami untuk berbicara langsung kepada pihak ketiga. GIF muncul di aplikasi mereka. Mengapa harus kami yang berbicara dengan pihak ketiga?. Mereka seharusnya yang mengatur hal itu," kata Pangerapan.

Jawaban Pihak Ketiga

Tenor Inc, salah satu dari pihak ketiga penyedia layanan, mengatakan bahwa pihaknya mencoba merilis "perbaikan." Giphy, penyedia layanan lainnya, tidak menjawab permohonan untuk meminta komentar.

Jennifer Kutz, Juru Bicara Tenor, mengatakan dalam pernyataan bahwa perusahaannya sedang berusaha "menangani masalah konten yang diajukan oleh pemerintah Indonesia dalam waktu 48 jam ke depan."

Kutz mengatakan pihaknya bekerja "secara berkala" dengan "pihak-pihak setempat untuk memastikan konten kami merefleksikan adat istiadat setempat dan ketentuan-ketentuan hukum."

Dia menolak untuk mengungkapkan perbaikan-perbaikan yang diusulkan dan wilayah-wilayah yang memberlakukan pembatasan konten. Tenor memperbolehkan para integrator dari layanannya untuk memblolir hasil gambar yang secara potensial tidak pantas.

"Dalam kasus WhatsApp, kami bertanggung jawab," kata Kutz dalam pernyataannya melalui email.

Giphy, perusahaan berbasis di New York yang juga bekerja dengan WhatsApp, menawarkan mitranya untuk menampilkan penyaring gambar-gambar yang kurang pantas.

Indonesia memiliki 69 juta pengguna Facebook aktif setiap bulannya pada kuartal pertama 2014, urutan keempat dunia setelah Amerika, India, dan Brazil, menurut data perusahaan. [fw/au]

XS
SM
MD
LG