Tautan-tautan Akses

Amnesty International: Sedikitnya 304 Tewas Akibat Aksi Protes di Iran


Warga berunjuk rasa memprotes kenaikan harga gas, di jalan raya di Teheran, Iran, 16 November 2019. (Foto: dok).

Amnesty International mengatakan, Senin (16/12), sedikitnya 304 orang tewas akibat aksi protes bulan lalu di Iran, jauh lebih tinggi dari apa yang dilaporkan organisasi HAM itu sebelumnya.

Aksi protes itu, yang berlangsung empat hari di beberapa kota di Iran November lalu, dipicu kenaikan tajam harga bensin. Selama periode kekerasan itu, dan beberapa hari setelahnya, pihak berwenang Iran memblokir akses ke internet.

Amnesty mengatakan pasukan keamanan Iran melepaskan tembakan ke arah kerumunan demonstran tidak bersenjata, dan menewaskan puluhan orang. Organisasi yang berbasis di London ini mengatakan, pihak berwenang Iran kemudian menangkap ribuan demonstran -- termasuk wartawan, aktivis HAM dan pelajar -- dalam upaya penumpasannya untuk mencegah mereka memberitakan aksi protes tersebut.

Teheran belum merilis data mengenai skala kerusuhan, meski dua pekan lalu pemerintah mengakui bahwa pasukan keamanan menembak mati demonstran. Media pemerintah Iran menyebut bahwa mereka yang ditembak mati adalah perusuh.

Amnesty sebelumnya bulan ini mengatakan bahwa sedikitnya 208 orang yang tewas dalam aksi protes yang berlangsung dari 15 hingga 18 November itu. Organisasi itu tidak menjelaskan secara rinci alasan kenaikan jumlah korban tewas itu, namun menegaskan bahwa mereka telah berbicara dengan puluhan saksi mata di negara itu dan mengumpulkan laporan-laporan yang kredibel.

Aksi protes berakar dari kekecewaan rakyat terhadap situasi ekonomi sejak presiden Trump memberlakukan sanksi yang memberatkan Iran setelah AS mundur dari kesepakatan nukir tahun 2015. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG