Tautan-tautan Akses

Amerika Ekspor Batu Bara Perdana ke Ukraina


Pembangkit Listrik Trypillian, bagian dari Perusahaan Centrenergo di Kiev, Ukraina. Amerika Serikat untuk pertama kalinya menjual batu bara kepada Ukraina, Senin (31/7).

Amerika Serikat untuk pertama kalinya menjual batu bara kepada Ukraina, Senin (31/7). Penjualan perdana batu bara Amerika ini akan mengurangi ketergantungan Ukraina pada pasokan dari Rusia dan dari kelompok separatis dukungan Moskow untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Sesuai dengan kesepakatan, perusahaan penyedia batu bara Xcoal Energy & Resources di negara bagian timur Pennsylvania akan mengirimkan 700.000 ton batu bara termal hingga akhir tahun ke perusahaan energi milik negara, Centrenergo. Batu bara ini akan digunakan untuk menghangatkan rumah-rumah dan bangunan perkantoran selama musim dingin yang akan datang. Pengiriman pertama, dengan harga jual $113 per metrik ton, diperkirakan akan berlayar dari Baltimore pada bulan Agustus.

Menteri Energi Amerika Rick Perry mengatakan bahwa transaksi tersebut "sangat penting bagi Amerika Serikat untuk mencapai dominasi energi". Presiden Donald Trump telah bertekad untuk menghidupkan kembali industri batubara negara tersebut. Industri batubara Amerika telah kehilangan ribuan lapangan kerja setelah negara tersebut beralih menggunakan lebih banyak energi bersih dan lebih murah, terutama gas, bahkan saat permintaan batubara meningkat di Eropa dan Asia.

Ukraina kesulitan untuk memenuhi kebutuhan energinya sejak bulan Maret, setelah menghentikan pasokan batu bara dari bagian timur negaranya yang dikuasai separatis dukungan Rusia. Kelompok separatis itu berseteru dengan pemerintah Ukraina untuk menguasai sektor industri, dan Ukraina sedang berusaha menghentikan seluruh impor batu baranya dari Rusia.

Kyiv dan negara-negara Barat telah menuduh Rusia mendukung pemberontakan di Ukraina timur yang telah menewaskan 10.000 orang dalam tiga tahun terakhir.

Berbicara di kedutaan Amerika Serikat di Kyiv, Presiden Xcoal Ernie Thrasher menyebut kesepakatan tersebut sebagai "kesepakatan bersejarah" dan mengatakan bahwa perusahaan tersebut "berkomitmen untuk melayani kebutuhan Ukraina." (aa/fw)

XS
SM
MD
LG