Tautan-tautan Akses

Aman dan Nyaman Lampiaskan Amarah di "Ruang Marah" Beijing


Pada sebuah layar televisi tampak pasangan mengenakan baju pelindung dan menghancurkan botol-botol di Ruang Marah 'Smash' di Beijing, China, 12 Januari 2019.

Ada beragam cara melepas stres. Di Beijing, China, ada bisnis penyewaan "ruang marah." Dalam ruangan itu, para pengguna bisa melampiaskan kekesalan atau emosi lainnya dengan menghancurkan berbagai barang rumah tangga.

Qiu Siyu, seorang pelanggan Smash, hanya membutuhkan beberapa pukulan tajam menggunakan tongkat bisbol untuk menghancurkan benda yang tampak seperti radio mobil tua.

Sebelumnya, kedua temannya menghajar telepon, pengeras suara, penanak nasi hingga sebuah maneken.

Ketiganya membayar 158 yuan (sekitar IDR 325 ribu) untuk menggunakan "ruang marah" selama setengah jam di Beijing. Para pengguna ruangan itu, yang mengenakan alat pelindung, menggunakan palu serta tongkat pemukul untuk melampiaskan amarah mereka pada alat-alat rumah tangga. Saat mereka 'mengamuk', para staf akan memainkan musik yang sudah dipilih sebagai latar belakang.

Qiu (16), seorang siswi sekolah menengah atas yang berkacamata, mengatakan ia berada di sana untuk melepaskan kemarahannya mengenai sekolah.

"Rasanya enak sekali ketika saya menghancurkan botol-botol itu dan melihatnya hancur," katanya, sambil tersenyum manis.

Sejak usaha ini dibuka pada September, para pelanggan telah memukul sekitar 15.000 botol setiap bulan, kata Jin Meng (25), yang mendirikan Smash bersama teman-temannya.

Tanpa bermaksud untuk mempromosikan kekerasan, Smash bertujuan untuk membantu seseorang menghadapi tekanan hidup di kota besar seperti Beijing. Kata Jin, target pelanggan mereka adalah orang-orang yang berumur antara 20 sampai 35 tahun.

Pelajar SMA Qiu Siyu menggunakan baju pelindung saat memecahkan botol-botol anggur di rumah marah di Beijing, China, 12 Januari 2019.
Pelajar SMA Qiu Siyu menggunakan baju pelindung saat memecahkan botol-botol anggur di rumah marah di Beijing, China, 12 Januari 2019.

Pelanggan lainnya, Liu Chao (32), terlihat lega dan puas setelah melakukannya.

"Jika kamu punya uang, kamu bisa memukul apapun – memukul beberapa televisi, komputer, botol wine, perabotan, maneken, tapi satu-satunya yang tak dapat kamu pukul adalah orang lain," kata Liu.

Usaha yang sama sudah ada di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.

Jin mengatakan sekitar 600 orang mengunjungi Smash tiap bulannya.

"Seorang perempuan membawa semua foto pernikahannya ke sini, dan ia menghancurkan semuanya. Kami menerima orang-orang yang membawa peralatannya sendiri," kata Jin.

"Setiap kali kami melihat kasus seperti ini, mereka menguatkan keyakinan kami bahwa kami telah menyediakan tempat yang aman untuk melepaskan energi negatif. Dan kami merasa senang."

Di Beijing, Jin berkata langkah selanjutnya adalah untuk membuka ruang kemarahan baru di sebuah pusat perbelanjaan di mana orang-orang dapat mengambil waktu sejenak dari kegiatan belanjanya untuk memukul satu atau dua botol. [er/ft]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG