Tautan-tautan Akses

Aliansi Transatlantik Diperbarui, Sanksi terhadap Rusia Diperberat


Bendera AS dan Uni Eropa di Bandara Internasional Dulles di Chantilly, VA, 3 Juli 2012. (Foto: Jacquelyn Martin/AP)
Bendera AS dan Uni Eropa di Bandara Internasional Dulles di Chantilly, VA, 3 Juli 2012. (Foto: Jacquelyn Martin/AP)

Pekan ini menandai 100 hari Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjabat. Sekutu Eropa mencatat perubahan dalam hubungan penting dengan AS.

Analis Leslie Vinjamuri mengatakan kepresidenan Joe Biden membawa perubahan radikal pada persekutuan negara-negara Barat dan Eropa yang menyambut hangat perubahan itu.

Amerika bergabung kembali dengan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan perjanjian iklim Paris.

AS juga bergabung dalam pembicaraan yang bertujuan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015, yang dipandang Eropa sebagai kemenangan diplomasi.

Biden juga mengambil pendekatan baru dengan Rusia, saingan AS dan menyebut Vladimir Putin mitranya dari Rusia sebagai 'pembunuh' dan menjatuhkan dua putaran sanksi terhadap Moskow.

“Sanksi baru itu lebih serius daripada sanksi yang diterapkan Donald Trump selama empat tahun sebelumnya. Rusia merasa frustrasi, pemerintahnya tidak mengerti apa yang sedang terjadi," kata Pavel Sharikov dari Institut Rusia untuk Studi AS dan Kanada.

Sementara itu, Rusia mengirim lebih dari 100 ribu tentara ke perbatasan Ukraina, yang secara luas dipandang sebagai ujian bagi Presiden Biden.

“Dia tahu pasti, mau tidak mau Rusia, khususnya China dan lainnya, akan menguji presiden baru ini dengan krisis atau konfrontasi yang tidak terduga pada awal masa kepresidenannya. Saya pikir Biden mengantisipasi itu dan mengirim mereka pesan bahwa ada kepemimpinan baru di sini," kata Larry Sabato dari University of Virginia Center for Politics.

Orang Rusia di Moskow yang berbicara dengan VOA mengatakan, hubungan AS memburuk di bawah Presiden Biden. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG