Tautan-tautan Akses

Aktivitas Musim Panas Anak di AS Setelah Vaksinasi


Salah satu diaspora Indonesia, Kyra Ranakusumah, saat divaksinasi. (Dok Pribadi)
Salah satu diaspora Indonesia, Kyra Ranakusumah, saat divaksinasi. (Dok Pribadi)

Sekolah-sekolah di Amerika memasuki libur panjang, dikenal dengan libur musim panas. Libur selama kurang lebih dua setengah bulan itu membuka peluang bagi anak-anak untuk segudang rencana. Izin vaksin untuk remaja paling muda 12 tahun, memberi harapan bagi mereka untuk kembali beraktivitas.

Menurut COVID Data Tracker milik Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pertengahan bulan Juni lalu, lebih dari 2,7 juta anak usia antara 12 dan 15 tahun telah divaksinasi penuh. Artinya, mereka telah melewati masa dua minggu setelah menerima suntikan vaksin dosis kedua.

Dengan terus bertambahnya jumlah remaja usia paling muda 12 tahun di AS yang menerima vaksinasi penuh akan semakin tinggi pula persentase penduduk yang divaksinasi penuh sehingga AS akan lebih berpeluang untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

Dokter Mingliarti Tjahjana. (Foto: Dok Pribadi)
Dokter Mingliarti Tjahjana. (Foto: Dok Pribadi)

Dokter Mingliarti Tjahjana adalah seorang internis atau spesialis penyakit dalam yang berpraktek di Kota Reston, negara bagian Virginia. Menurutnya, dengan divaksinasi, anak-anak remaja akan dapat membantu mempersulit penularan COVID pada anggota keluarga atau teman-teman yang lebih rentan. Dokter Ming beranggapan bahwa ini akan sangat membantu memungkinkan kita kembali hidup lebih normal, tanpa terus menerus menggunakan masker atau melakukan social distancing..

“Vaksinasi anak remaja menurut saya baik untuk dilaksanakan, karena mereka perlu beraktivitas dan ada cukup banyak kegiatan yang memerlukan tatap muka dan kontak cukup dekat dengan orang lain," kata Dokter Ming, diaspora Indonesia.

"Dengan vaksinasi, mereka dapat beraktivitas seperti dulu kala dengan risiko kecil untuk tertular COVID. Kalaupun tertular, gejalanya mungkin ringan," tambahnya.

Dokter Ming juga mengatakan bahwa kemungkinan efek samping ringan, seperti rasa lelah, sakit badan, demam atau gejala flu lainnya memang ada. Jadi, walau ia tetap menganjurkannya, keputusan akhir orang tua untuk memberi vaksin kepada anak remaja mereka dapat dibahas langsung dengan dokter masing-masing.

Kyra bersama Keluarga Ranakusuma. (Foto: Dok Pribadi)
Kyra bersama Keluarga Ranakusuma. (Foto: Dok Pribadi)

Setelah divaksinasi, Kyra Ranakusuma, usia 12 tahun, merasa senang karena ia dapat kembali bermain bersama teman-temannya dan nanti dapat kembali ke sekolah, mengunjungi tempat-tempat umum atau bertemu orang di luar anggota keluarganya.

“Saya nggak takut karena habis divaksin sama semua teman yang umurnya 12 bisa divaksin, kalau kumpul nggak takut sakit," katanya.

Kyra juga mengatakan bahwa kedua orang tuanya dapat merasa bersyukur karena selain nanti ia dapat hadir secara fisik dalam kegiatan belajar di sekolah, ia dapat menghadiri berbagai kegiatan ekstra kurikuler seperti pramuka dan olahraga senam.

Rasa gembira dan aman juga dirasakan oleh Vinka, usia 15 tahun, yang juga tinggal di Virginia. Dengan semakin banyak orang yang divaksinasi, ia berharap pandemi ini akan berakhir dalam kurang lebih setahun ke depan, sehingga kita dapat kembali hidup normal.

Aktivitas Musim Panas Anak di AS Setelah Vaksinasi
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:04:56 0:00

Menurut Vinka, ia dapat kembali merasa tenang berada di tengah orang-orang di luar keluarganya karena dengan dimulainya musim libur, ia dapat bertemu kembali dengan teman-teman di luar sekolah, sesuatu yang tidak dapat dilakukannya tahun lalu di tengah pandemi dan sebelum divaksinasi.

Vinka mengatakan, karena ia bertanding olahraga untuk sekolahnya, dan kebanyakan olahraga tersebut menuntutnya berdekatan dengan anggota tim lawan atau timnya sendiri, ia merasa lebih aman setelah divaksinasi. Dengan demikian ia dapat bertanding dengan penuh di lapangan tanpa menggunakan masker.

Vinka Djajakusuma bersama ibunya, Lisa Sulaiman. (Foto: Dok Pribadi)
Vinka Djajakusuma bersama ibunya, Lisa Sulaiman. (Foto: Dok Pribadi)

Sementara bagi Lisa Sulaiman, ibu dari Vinka, bagaimanapun juga, ia akan tetap menegaskan protokol kesehatan bagi anaknya, apalagi dengan dimulainya liburan, tentunya para remaja akan punya banyak rencana.

“Nah mereka tuh biasanya suka hang-out, suka janjian mau ketemuan di luar gitu, Nah, saya sebagai orang tua merasa lebih aman, lebih lega, mengizinkan anak untuk pergi ke luar, janjian dengan teman-temannya. Tapi tetap, saya selalu bilang kalau di dalam ruang, harus pakai masker," katanya. [aa/ka]

XS
SM
MD
LG