Tautan-tautan Akses

Aktivis Lingkungan Kenya Protes Pembangunan Jalan Kereta yang Dibantu China


Aktivis lingkungan di Kenya melakukan aksi unjuk rasa di Nairobi, Kamis (1/3), untuk memrotes pembangunan jalan kereta yang akan melalui taman nasional Nairobi.

Aktivis lingkungan di Kenya bertekad untuk mengambil langkah hukum terhadap perusahaan Kenya dan China, kalau kontraktor tetap hendak melanjutkan pekerjaan konstruksi jembatan kereta api di Taman Nasional Nairobi. Para aktivis mengadakan demonstrasi Kamis di luar parlemen.

Sekitar 100 aktivis meneriakkan yel-yel saat mereka berbaris melewati jalan-jalan Nairobi Kamis (1/3), dan menuntut agar pembangunan tahap kedua jalan kereta The Standard Gauge Railway atau SGR, diubah rutenya dan tidak melintasi Taman Nasional Nairobi.

Taman itu merupakan tempat perlindungan satwa langka yang jaraknya hanya beberapa menit dari pusat sebuah kota yang berkembang pesat di Kenya.

"Ini sebuah taman kecil. Ini sebuah mutiara bagi warga Nairobi dan seluruh Kenya. Taman itu penuh dengan pengunjung. Semua orang yang datang untuk bersafari, lawatan pertama mereka adalah ke Taman Nasional Nairobi sebelum pergi ke Mara dan tempat-tempat lainnya, dan akan jadi bencana kalau ini dihilangkan," kata Patricia.

Jembatan sepanjang enam kilometer yang direncanakan akan melintasi taman itu merupakan bagian dari proyek yang jauh lebih besar - SGR, sebuah jejaring kereta kawasan yang sebagian besar didanai oleh China. Kenya meresmikan jalur Nairobi ke Mombasa tahun lalu. Tahap kedua SGR ini di Kenya akan menghubungkan Nairobi dengan Naivasha.

Para pakar lingkungan mengatakan pembangunan jalan kereta ini akan mempengaruhi ekologi taman, membahayakan satwa liar, dan habitat alam mereka. Paul Mark dari Friends of Nairobi National Park membacakan sebuah petisi di luar gedung parlemen.

"Tujuan petisi ini adalah untuk mengingatkan tentang perintah pengadilan untuk menghentikan Perusahaan Kereta Api Kenya dan orang lain agar tidak membangun the Standard Gauge Railway melintasi Taman Nasional Nairobi," tukas Mark.

Pada tahun 2017, Pengadilan Lingkungan Nasional telah memerintahkan penghentian sementara pekerjaan konstruksi di Taman Nasional Nairobi sebagai tanggapan atas sebuah petisi dari kelompok lingkungan. Para aktivis menuntut pemerintah untuk melakukan studi dampak lingkungan. Kasus ini masih belum diputuskan.

Tetapi, Kenya Railways, sebuah perusahaan negara, dan mitranya, China Road and Bridge Corporation, mulai melakukan pekerjaan konstruksi di taman itu pada akhir Februari.

Koalisi Kenya untuk Pelestarian dan Pengelolaan Margasatwa mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa pihaknya akan berupaya agar pihak kontraktor dikenai tuduhan melanggar hukum dan penalti.

Para pejabat di Kementerian Perhubungan Kenya dan Kenya Railways tidak menanggapi permintaan VOA untuk memberikan komentar. [sp/jm]

XS
SM
MD
LG