Tautan-tautan Akses

Aktivis Iklim Menang di Pengadilan Belanda


Para aktivis iklim di luar Mahkamah Agung di Den Haag, Belanda, 20 Desember 2019.

Aktivis iklim meraih kemenangan akhir hari Jumat (20/12) dalam perjuangan panjang mereka melalui pengadilan-pengadilan Belanda untuk memaksa pemerintah mengurangi emisi gas rumah kaca.

Mahkamah Agung Belanda mengukuhkan dua putusan sebelumnya yang memerintahkan pemerintah untuk mengurangi emisi sedikitnya 25 persen pada akhir 2020 dari kadar 1990 yang menjadi acuan.

Para aktivis di ruang sidang yang penuh sesak bertepuk tangan dan bersorak sorai sewaktu Hakim Ketua Kees Streefkerk menyatakan pengadilan telah menolak permohonan kasasi pemerintah.

Telah lebih dari empat tahun sejak pengadilan di Den Haag pertama kali memerintahkan pengurangan emisi dalam kasus yang diajukan kelompok aktivis lingkungan Urgenda, yang menimbulkan tantangan hukum serupa di berbagai penjuru dunia.

Pemerintah mengajukan banding atas putusan itu, dengan menyatakan pengadilan seharusnya tidak memerintahkan pemerintah mengambil tindakan. Pemerintah kalah dalam pengadilan banding pada Oktober 2018, tetapi mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Putusan hari Jumat (20/12) ini menolak permohonan tersebut.

Sementara itu, Belanda semakin mendekati targetnya.

Menurut laporan Badan Penilaian Lingkungan Belanda yang diterbitkan bulan lalu, emisi gas rumah kaca pada tahun 2020 diperkirakan akan menjadi sekitar 23 persen lebih rendah daripada kadar tahun 1990. Badan itu menyatakan pengurangan itu bisa berkisar dari 19-26 persen.

Para ilmuwan menyatakan emisi karbondioksida global dan polutan lainnya harus mulai berkurang pesat sesegera mungkin guna memenuhi sasaran Paris untuk membuat laju pemanasan global pada akhir abad ini di bawah 2 derajat Celsius, idealnya 1,5 derajat Celsius. [uh/lt]

Recommended

XS
SM
MD
LG