Tautan-tautan Akses

Akhirnya, Pria Perancis Berhasil Melintas Selat Inggris dengan Hoverboard 


Penemu asal Perancis Franky Zapata tiba di Dover, Inggris dengan menggunakan Flyboard dalam upaya kedua kali menyeberangi Selat Inggris, dari Sangatte ke Dover, Inggris, Minggu, 4 Agustus 2019. (Foto: Reuters)

Franky Zapata, seorang penemu asal Perancis, akhirnya berhasil terbang melintasi Selat Inggris menggunakan hoverboard bertenaga jet rancangannya, Minggu (4/8/), Reuters melaporkan.

Ia hanya membutuhkan 20 menit untuk meluncur di atas Selat Dover, bagian tersempit Selat Inggris.

Setelah jatuh ke dalam laut pada uji coba sebelumnya pada Juli lalu, Zapata lepas landas dari Sangatte, dekat kota Calais, Perancis pukul 06.17 waktu setempat. Zapata lepas landas dari sebuah platform bertenaga lima mesin jet kecil dan membawa sebuah ransel berisi minyak tanah.

Dengan diapit tiga helikopter, Ia tiba di wilayah Inggris setelah berhenti sejenak di tengah perjalanan sepanjang 35 km itu untuk mengisi ulang bahan bakar di atas sebuah kapal. Zapata melambaikan tangan kepada penonton sebelum akhirnya mendarat dengan selamat di Teluk St. Margaret, tak jauh dari Kota Dover di pesisir selatan Inggris.

“Saya sangat menikmati lima sampai enam kilometer terakhir,” ujar Zapata kepada wartawan selepas mendarat. “Saya bukan lah orang yang menentukan ini sebagai peristiwa bersejarah atau bukan. Waktu yang akan menjawabnya.”

“Kami membuat mesin ini tiga tahun lalu... dan kami baru saja melintasi Selat Inggris. Ini gila,” ungkapnya sebelum menangis haru.

Penemu asal Perancis Franky Zapata setelah ia sukses menyeberangi menyeberangi Selat Inggris, dari Sangatte ke Dover, Inggris,dengan menggunakan Flyboard bertenaga jet yang diciptakannya, di Bleriot Plage, Perancis, Minggu, 4 Agustus 2019. (Foto: Reuters
Penemu asal Perancis Franky Zapata setelah ia sukses menyeberangi menyeberangi Selat Inggris, dari Sangatte ke Dover, Inggris,dengan menggunakan Flyboard bertenaga jet yang diciptakannya, di Bleriot Plage, Perancis, Minggu, 4 Agustus 2019. (Foto: Reuters

Puluhan orang datang untuk menyoraki Zapata saat lepas landas sementara sejumlah warga serta turis berkumpul untuk menyaksikan pria Prancis tersebut mendarat.

“Saya tidak benar-benar berpikir Ia akan berhasil, tetapi saya berharap demikian,” kata seorang warga, Helen Reed, di Teluk St. Margaret. “Melihat dia hanya dari kejauhan dengan teropong kecil saya, itu sungguh mengagumkan.”

Zapata, yang memukau massa dengan terbang menggunakan sebuah alat di atas parade militer saat perayaan Hari Kemerdekaan Perancis, atau Hari Bastille, yang jatuh pada 14 Juli, mengatakan selepas mendarat bahwa hoverboard-nya mencapai kecepatan 160-170 km per jam selama terbang.

Sang penemu sebelumnya telah menerima hibah sebesar 1,3 juta euro dari tentara Perancis pada akhir 2018 untuk membantu pembiayaan pengembangan hoverboard tersebut.

Angkatan Laut Inggris juga berminat pada penemuan serupa. Bahkan, pada 30 Juli lalu, AL Inggris mengatakan bahwa mereka berhasil menjalankan uji coba di atas air dengan “pria roket” Richard Browning, yang melayang di antara kapal laut dengan mengenakan sebuah kostum bertenaga jet.

Tantangan terbesar Zapata adalah pengisian ulang bahan bakar dengan ransel lainnya, yang membutuhkan pendaratan pada sebuah platform yang dipasang di atas sebuah kapal.

Pada uji coba pertamanya, Ia hilang keseimbangan dan terjatuh, dan kini Ia menggunakan kapal dan platform yang lebih besar.

Selepas mendarat, Zapata mengungkapkan bahwa kegunaan hoverboard tersebut masih belum jelas, dan menambahkan bahwa itu adalah perangkat kompleks yang mungkin sulit dikendalikan orang awam.

“Itu bukanlah sebuah kendaraan untuk bepergian ke toko roti pada Minggu pagi,” ujar Zapata kepada BFM TV Prancis dalam sebuah wawancara. Ia mengatakan bahwa dirinya juga sedang mengembangkan mobil terbang. [ga/ft]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG