Tautan-tautan Akses

Afrika Selatan akan Pulangkan Warganya dari Wuhan


Suasana di rumah sakit khusus untuk perawatan pasien yang terkena virus korona di Wuhan, provinsi Hubei, China, 24 Februari 2020.

Para pejabat Afrika Selatan akan segera memulangkan sedikitnya 132 warga Afrika Selatan dari Wuhan, episentrum wabah virus korona global, kata Presiden Cyril Ramaphosa, Kamis malam (27/2).

Keputusan ini bertentangan dengan anjuran resmi China bahwa warga asing di Wuhan akan berada dalam kondisi terbaik apabila tetap berada di sana. Langkah ini diambil sementara kematian akibat virus korona di berbagai penjuru dunia meningkat dengan cepat.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Cape Town, 13 Februari 2020. (Foto: dok).
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Cape Town, 13 Februari 2020. (Foto: dok).

Kantor Ramaphosa menekankan bahwa tidak ada di antara yang diungsikan itu yang sakit. “Tak seorang pun yang terdampak penutupan kota itu yang didiagnosis tertular virus atau menunjukkan gejala-gejala tertular,” sebut pernyataan itu.

“Setibanya di Afrika Selatan, mereka akan ditempatkan di karantina selama 21 hari sebagai langkah pencegahan tambahan. Pemerintah melakukan komunikasi terus menerus dengan keluarga semua orang yang terdampak dan departemen terkait telah melakukan pengaturan yang diperlukan dalam menerima mereka,” lanjut pernyataan itu.

Sementara kantor Ramaphosa tidak menjawab banyak permintaan berkomentar melalui telepon, dan tidak menyatakan kapan orang-orang itu mungkin akan kembali, juru bicara Kementerian Kesehatan Dr. Lwazi Manzi mengatakan kepada VOA bahwa para pejabat memiliki satu pesan kuat untuk warga Afrika Selatan, yakni jangan panik.

“Masyarakat sama sekali tidak boleh panik,” katanya. “Kami tidak membawa pulang orang-orang yang mengidap virus korona. Orang-orang ini dalam kondisi sangat baik, sangat sehat. Tak seorang pun tertular virus korona. Mereka adalah orang-orang yang meminta pulang dengan berbagai alasan. Sebagian adalah mereka yang telah menyelesaikan urusan mereka dalam bisnis maupun berlibur, dan mereka benar-benar hanya ingin pulang dan keluar dari penutupan kota Wuhan,” lanjutnya.

Sebagian besar Afrika terhindar dari virus itu sejak perebakan wabah terjadi akhir tahun lalu. Sebagian besar pasien pengidap virus korona berada di China. Nigeria pekan ini melaporkan pasien pertama yang dikukuhkan mengidap virus tersebut. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG