Tautan-tautan Akses

Afghanistan, Investor AS Bahas Persetujuan Batubara


Lembah Mes Aynak, 40 kilometer barat daya Kabul, Afghanistan kaya akan bahan-bahan mineral (foto: dok).

Pemerintah Afghanistan sedang berada dalam tahap-tahap akhir perundingan dengan beberapa bisnis Amerika yang tertarik untuk terlibat dalam industri batubara negara itu. Ini merupakan langkah pertama menuju investasi lebih luas dari pihak Amerika di sektor pertambangan Afghanistan yang berpotensi dan menguntungkan.

Perundingan ini dikukuhkan kepada VOA oleh seorang diplomat senior Afghanistan dan pemilik dua bisnis konsultansi yang mengkhususkan dalam industri pertambangan, semuanya terlibat dalam pembicaraan itu. Ini sesuai dengan keinginan Presiden Donald Trump agar Amerika terlibat lebih banyak dalam ekonomi Afghanistan, di mana Amerika sudah berperang selama 17 tahun.

Trump mengeluh bahwa Amerika tidak diuntungkan oleh konflik itu, dan membiarkan China meraih manfaat dalam melakukan eksplorasi sumber daya alamnya.

Meskipun batubara bukan sumber kekayaan alam Afghanistan yang paling berharga, tetapi bisnis Amerika yang terlibat dalam transaksi seperti itu akan punya posisi yang bagus untuk meraih keuntungan dari peluang-peluang masa depan dan melibatkan tembaga, emas, lithium, serta unsur mineral rare earth di sana. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG