Tautan-tautan Akses

Ada Jejak Bahan Peledak pada Korban EgyptAir 804 yang Jatuh


Beberapa barang pribadi milik penumpang dan sisa puing pesawat EgyptAir nomor penerbangan 804 yang jatuh ke Laut Tengah Mei lalu (foto: dok).

Residu bahan peledak ditemukan pada sejumlah korban kecelakaan EgyptAir yang jatuh pada Mei lalu, menurut Kementerian Penerbangan Sipil Mesir.

Menurut pernyataan kementerian itu hari Kamis (15/12), para jaksa diperkirakan akan mengambil alih penyelidikan kasus kecelakaan EgyptAir nomor penerbangan 804 yang menewaskan 66 orang.

Undang-undang Mesir menetapkan suatu kasus akan diserahkan kepada jaksa “jika komite penyelidik jelas menyatakan ada kecurigaan kejahatan di balik suatu kecelakaan,” sebut kementerian itu.

Penyebab kecelakaan, termasuk terorisme, belum ditetapkan dan belum ada kelompok yang mengaku telah menyerang pesawat tersebut.

Penerbangan nomor 804 jatuh ke Laut Tengah dalam perjalanannya dari Paris menuju Kairo. Puing-puing pesawat serta rekaman suara di kokpit yang ditemukan di dasar laut telah menimbulkan harapan mengenai kepastian penyebab hilangnya pesawat itu secara misterius dari layar radar.

Pada bulan Juni, sebuah kapal ariset yang memiliki kemampuan pencarian di perairan dalam menemukan “beberapa lokasi utama” reruntuhan pesawat dan memotret temuan tersebut, kata para pejabat.

M.V. John Lethridge, kapal buatan Inggris yang mampu melakukan pencarian pada kedalaman 6.000 meter di bawah permukaan air, mengangkut penyelidiki yang memetakan lokasi reruntuhan pesawat itu.

Kecelakaan EgyptAir itu terjadi tujuh bulan setelah sebuah pesawat Rusia jatuh di Semenanjung Sinai dan menewaskan seluruh 226 orang di dalamnya.

Sebuah cabang kelompok ISIS setempat mengaku menyerang pesawat itu dan menyatakan menembak jatuh pesawat Rusia itu dengan bom yang dipasang di dalam pesawat. [uh]

XS
SM
MD
LG