Tautan-tautan Akses

Abaikan Wabah COVID-19, Umat Hindu India Rayakan Shravan


Seorang penganut Hindu berdoa kepada Dewa Matahari setelah berenang di Sangam, pertemuan sungai Gangga, Yamuna dan sungai Saraswati daiam festival Maha Shivratri di Prayagraj, India, 21 Februari 2020. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)
Seorang penganut Hindu berdoa kepada Dewa Matahari setelah berenang di Sangam, pertemuan sungai Gangga, Yamuna dan sungai Saraswati daiam festival Maha Shivratri di Prayagraj, India, 21 Februari 2020. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)

Mengabaikan berbagai kebijakan pembatasan COVID-19 yang diberlakukan pemerintah, jutaan penganut ajaran Hindu, Senin (16/8) mendatangi kuil-kuil Hindu di India dan mandi di Sungai Gangga untuk memperingati bulan suci Shravan.

Jumlah pesertanya tidak hanya puluhan atau ratusan, melainkan jutaan. Mereka berduyun-duyun mendatangi kuil-kuil di berbagai penjuru India pada Senin terakhir bulan Shravan, yang tahun ini jatuh pada 16 Agustus.

Shravan adalah bulan suci Hindu yang dikhususkan untuk menghormati Dewa Siwa. Senin terakhir pada bulan itu sering dianggap sebagai hari paling keramat untuk menunjukkan pengabdian pada satu dari tiga dewa utama (Trimurti) dalam agama Hindu itu.

Selain Siwa, dua dewa utama lainnya adalah Brahma dan Wisnu. Dalam ajaran agama Hindu, Dewa Siwa adalah dewa pelebur, yang bertugas melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak berada di dunia fana sehingga harus dikembalikan ke asalnya.

Umat Hindu menuangkan susu di atas patung ular Cobra dalam festival "Nag Panchami" di sebuah kuil di Amritsar, 13 Agustus 2021. (Foto: NARINDER NANU / AFP )
Umat Hindu menuangkan susu di atas patung ular Cobra dalam festival "Nag Panchami" di sebuah kuil di Amritsar, 13 Agustus 2021. (Foto: NARINDER NANU / AFP )

Di kota Varanasi, ribuan orang tanpa mengenakan masker memadati tepian Sungai Gangga yang dianggap suci untuk berenang dan melakukan ritual keagamaan. Di kota Prayagraj dan kota Guwahati, umat Hindu tak sungkan berdiri dalam antrian panjang untuk mempersembahkan doa dan susu kepada Dewa Siwa di kuil-kuil.

Ayush Jha, seorang pendeta, mengatakan, “Jumlah orang dalam kerumunan jutaan. Kerumunannya sangat besar. Untuk berdoa, orang-orang sudah mulai mengantre sejak tengah malam atau pukul satu duni hari. Orang-orang datang ke sini untuk berdoa kepada Siwa, berdoa untuk apa yang mereka inginkan dan mandi di Sungai Gangga yang suci.”

Dayanand Hirasarya, seorang penganut ajaran Hindu yang melakukan ritual itu, mengatakan, kehadiran orang-orang seperti dirinya pada hari suci itu tidak mengejutkan, bahkan ketika kasus COVID-19 kian merajalela.

"COVID-19 telah menyebar. Pandemi ini membuat banyak orang tidak dapat mengunjungi kuil karena banyak pembatasan. Pemerintah tidak memiliki solusi selain memberlakukan pembatasan. Ini memang menyebabkan penurunan kasus, tetapi orang-orang memiliki pengabdian yang tidak tergoyahkan kepada dewa-dewa mereka," jelasnya.

Aakansha Vishwakarma, seorang peserta lain kegiatan itu, sepakat. "Ya, memang ceroboh sih. Tapi kepercayaan kepada dewa lah yang membuat orang-orang datang ke kuil-kuil di tengah pandemi virus corona ini."

Seorang pengrajin mendekorasi patung dewa Hindu berkepala gajah Lord Ganesha menjelang festival Ganesh Chaturthi di New Delhi, 14 Agustus 2021. (Foto: Sajjad HUSSAIN / AFP)
Seorang pengrajin mendekorasi patung dewa Hindu berkepala gajah Lord Ganesha menjelang festival Ganesh Chaturthi di New Delhi, 14 Agustus 2021. (Foto: Sajjad HUSSAIN / AFP)

Sementara itu, sejumlah pendeta juga dilaporkan melakukan Bhasma Aarti di pusat kota Ujjain, yang disaksikan banyak orang. Bhasma Aarti adalah upacara tebar abu untuk menghormati Dewa Siwa.

Sesuai kalender Hindu, Shravan adalah bulan suci kelima umat Hindu. Pekan raya Shravani dimulai pada Shravan Amavasya, hari tanpa bulan pada bulan itu, dan berakhir pada Shravan Purnima, hari dengan bulan purnama pada bulan tersebut.

India melaporkan 32.937 infeksi baru virus corona dan 417 kematian dalam 24 jam terakhir. [ab/ka]

XS
SM
MD
LG