<!-- IMAGE -->
Utusan khusus PBB Urusan HAM di Birma Tomas Ojea Quintana mengatakan, ia sangat kecewa karena pemerintah militer Birma melarangnya menemui tokoh oposisi Aung San Suu Kyi, yang saat ini menjalani tahanan rumah.
Quintana kepada wartawan hari Jumat
mengatakan, ia khususnya sangat kecewa dicegah menemui Suu Kyi karena pada
tahun ini Birma akan melangsungkan Pemilunya yang pertama dalam 20 tahun.
Menurutnya, tidak ada alasan yang diberikan terkait penolakan itu.
Quintana hari Jumat bertemu sejumlah pejabat pemerintah untuk membahas Pemilu dan isu-isu lain. Ia mengatakan ia tidak diberitahu kapan Pemilu akan dilangsungkan atau kapan undang-undang Pemilu, yang mengatur pemungutan suara, akan diumumkan.
Ia menambahkan, pemerintah juga menolak
membebaskan tahanan politik atau mengakui bahwa ada tahanan politik.
Pernyataan Quintana itu dikeluarkan pada akhir kunjungan lima harinya ke Birma.