Beberapa pemantau
internasional yang dikirim untuk memantau pemilu pekan ini di Afghanistan
memberikan pujian, dan menyebut proses itu "umumnya positif" dan sebuah
"kemenangan."
Misi Pemantau Pemilu Uni Eropa ke Afghanistan mengatakan hari Sabtu kenyataan
"bahwa pemilu jadi diadakan adalah suatu pencapaian besar."
Namun, pemantau Uni Eropa juga mengatakan pemilu itu dicemari oleh beberapa
insiden kekerasan dan bahwa pemilih yang datang ke TPS rendah di bagian selatan
negara itu.
Sebelum itu, International Republican
Institute yang didanai Amerika menyebut pemilu Afghanistan itu "layak
dipercaya," walaupun ada laporan keganjilan yang serius, termasuk kecurangan
dan peralatan pemilu yang tidak beres.
Kedua calon terkuat – Presiden Hamid Karzai dan mantan Menteri Luar Negeri
Abdullah Abdullah – mengatakan mereka mempunyai cukup suara untuk menang
langsung, tanpa babak kedua. Tetapi, hasil awal baru akan keluar awal pekan
depan.