Presiden
Filipina Gloria Arroyo telah memerintahkan pasukan keamanan mempertahankan
setiap inci wilayah negara itu dari pemberontak Muslim yang melancarkan
beberapa serangan di Filipina selatan hari Senin ini.
Para pejabat Filipina mengatakan Front Pembebasan Islam
Moro (MILF) menyerang desa-desa dan membakar rumah-rumah dini hari ini di
lokasi-lokasi Provinsi Lanao del Norte di pulau Mindanau. Sedikitnya 24 orang
tewas dalam serangan-serangan itu.
Seorang
juru bicara MILF mengukuhkan pasukannya terlibat dalam serangan-serangan itu,
namun katanya para pemberontak itu tidak bertindak atas perintah komandan
senior mereka.
Serangan-serangan
itu dilakukan menyusul sergapan MILF terhadap konvoi militer di provinsi sama
hari Minggu yang menewaskan empat tentara dan tiga milisi. Konvoi itu membawa
gaji tentara ke detasemen di wilayah terpencil ketika disergap.