Tautan-tautan Akses

GOOGLE versi Cina


Eric Schmidt, presiden Google menegaskan lagi kesediaan perusahaan internet itu untuk mematuhi undang-undang sensor Cina.

Dihiasi lampu warna warni yang membentuk kata ‘Google’, perusahaan internet Amerika Google meresmikan nama dagangnya dalam bahasa Cina ‘Guge’ dalam sebuah upacara di sebuah hotel di Beijing.

Peresmian ini menandai langkah besar Google, yang berusaha merebut pangsa di pasar Internet Cina yang berkembang pesat.

Persaingan memperebutkan pangsa itu membuat Google terpaksa berkompromi, antara lain dengan tidak menawarkan piranti blog dan email untuk pengguna Internet Cina. Pihak berwenang Cina khawatir, warganya akan menggunakan piranti itu untuk mengirim dan menerima informasi yang dianggap rahasia dan subversif.

Google dan perusahaan-perusahaan Internet lain diamati sebagian politisi Amerika dan para penganjur kebebasan pers internasional karena mematuhi undang-undang
sensor Cina itu. Tetapi presiden Google, Eric Schmidt membela putusan Google, yang menurutnya, sangat tepat: “Dari perspektif kami, kami harus mematuhi undang-undang setempat. Kami memang telah berkomitmen untuk mematuhi undang-undang Cina. Kami tidak punya pilihan lain, dan undang-undang Cina memang melarang informasi tertentu. Kami memutuskan untuk mematuhi peraturan itu karena, supaya dapat memasuki pasar Cina untuk melayani para pengguna Internet.”

Perusahaan Internet Amerika lain, Yahoo, dikecam keras karena menyerahkan informasi yang kemudian digunakan pihak berwajib Cina untuk menjebloskan paling tidak satu orang ke dalam penjara, karena mengirim email yang isinya dianggap sensitif.

Cina melarang diskusi di Internet mengenai isu seperti demokrasi, kemerdekaan Taiwan atau Tibet, kelompok spiritual Falun Gong, dan penumpasan demokrasi yang dilakukan tentara tahun 1989 di alun-alun Tiananmen.

Kelompok Reporter Tanpa Tapal Batas yang berbasis di Paris termasuk di antara yang mengecam perusahaan-perusanaan Internet yang mematuhi undang-undang sensor Cina. Namun Julien Pain, yang memimpin divisi kebebasan Internet Reporter Tanpa Tapal Batas, dalam hal ini mendukung putusan Google.

Pain mengatakan, kalau Google menawarkan layanan blog dan email di Cina, nantinya pasti akan dipaksa untuk menyerahkan informasi mengenai pelanggan yang menggunakan piranti ini kepada pemerintah Cina.

Google mengatakan, pihaknya berencana mendirikan sebuah pusat riset di Beijing dengan 150 orang pegawai.

XS
SM
MD
LG