Tautan-tautan Akses

Rumah Sakit di Tigray Kekurangan Pasokan


Warga yang selamat dari pembantaian Mai Kadra 9 November 2020, memulihkan diri di Rumah Sakit Universitas Gondar, di kota Gondar, 20 November 2020. (Foto: AFP/Eduardo Soteras)
Warga yang selamat dari pembantaian Mai Kadra 9 November 2020, memulihkan diri di Rumah Sakit Universitas Gondar, di kota Gondar, 20 November 2020. (Foto: AFP/Eduardo Soteras)

Berbagai rumah sakit lokal di Mekelle, ibu kota wilayah Tigray, Ethiopia, kekurangan pasokan medis untuk merawat korban luka-luka, kata para pekerja bantuan Minggu (29/11). Hal itu disampaikan sehari setelah perdana menteri menyatakan "kemenangan" di wilayah yang diperebutkan dan militer mengumumkan telah merebut kontrol wilayah itu.

Perdana Menteri Abiy Ahmed mengatakan, Sabtu (28/11), bahwa Mekelle telah "direbut," setelah memberi Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) ultimatum 72 jam untuk menyerah jepada pemerintah nasional. Abiy mengumumkan sebuah ofensif militer terhadap pemerintah regional di Tigray pada 4 November, mengatakan itu merupakan balasan atas sebuah serangan oleh pasukan Tigray di sebuah pangkalan militer federal.

Pihak berwenang belum mengonfirmasi apakah terdapat korban tewas dalam serangan ofensif pada Sabtu (28/11), tapi Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mencatat bahwa Rumah Sakit Rujukan Ayder di Mekelle kekurangan kantong jenazah.

Menurut ICRC, sekitar 80 persen pasien di rumah sakit itu menderita luka-luka trauma.

"RS itu sangat kekurangan perangkat jahit, antibiotik, antikoagulan, obat penghilang rasa sakit dan bahkan sarung tangan," kata Maria Soledad, kepala operasi ICRC di Ethiopia, dalam pernyataan Minggu (29/11).

Sambungan telekomunikasi dan internet di wilayah Tigray telah diputus selama beberapa pekan, sehingga menyulitkan bagi jurnalis dan pekerja bantuan untuk mengonfirmasi laporan kekerasan. [vm/ft]

XS
SM
MD
LG