Tautan-tautan Akses

Setelah Inggris, Jerman Jadi Tempat Pertarungan 5G Berikutnya


Logo Huwaei Technologies di depan kantor Huawei di Dusseldorf, Jerman, 18 Februari 2019. (Foto: Reuters)
Logo Huwaei Technologies di depan kantor Huawei di Dusseldorf, Jerman, 18 Februari 2019. (Foto: Reuters)

Menyusul keputusan Inggris yang melarang perusahaan teknologi China, Huawei dari jaringan telekomunikasi 5G, Jerman berpotensi menjadi medan pertarungan berikutnya untuk melihat ekspansi pengaruh China terhadap isu-isu global.

Pengaruh China makin dipandang sebagai tantangan serius bagi negara-negara demokratis di seluruh dunia.

Keputusan Jerman tentang apakah akan memasukkan peralatan Huawei dalam jaringannya sendiri "masih diperdebatkan," kata Reinhard Buetikofer, anggota oposisi Partai Hijau Jerman yang mengetuai Delegasi Parlemen Eropa untuk Hubungan dengan China

Keputusan Inggris itu "kemungkinan sangat berdampak pada keputusan yang akan diambil Jerman," kata Buetikofer dalam sebuah wawancara telepon dari Berlin.

Buetikofer mengemukakan rencana Inggris untuk memasukkan Huawei dalam jaringan generasi berikutnya telah dijadikan model dari raksasa telekomunikasi China tersebut dengan dukungan Jerman. Meski kemudian Inggris secara tiba-tiba berbalik arah melalui sebuah pengumuman dramatis pekan lalu.

Buetikofer, yang juga pendukung keras upaya untuk memisahkan negaranya dari Huawei, menyambut pengumuman Inggris dengan suatu tantangan kepada Kanselir Jerman Angela Merkel. [mg/pp]

XS
SM
MD
LG