Tautan-tautan Akses

Hubungan AS dengan Inggris. Apakah Masih Spesial?


Hubungan AS dengan Inggris. Apakah Masih Spesial?
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:51 0:00

Hubungan khusus antara Amerika dan Inggris yang sering di-dengung-dengungkan itu akan diamati selama lawatan Presiden Trump mulai 3 Juni ini.  Di-tengah-tengah protes anti Trump dan kontroversi seputar pernyataannya tentang politik Inggris, bagaimana perasaan orang Inggris terhadap Amerika?

CR: 28037914 UK-US Special Relationship (TV)
HEAD: UK-US Relationship, is it Still Special?
DATE: 06/03/2019


INTRO:
Hubungan khusus antara Amerika dan Inggris yang sering di-dengung-dengungkan itu akan diamati selama lawatan Presiden Trump mulai 3 Juni ini. Di-tengah-tengah protes anti Trump dan kontroversi seputar pernyataannya tentang politik Inggris, bagaimana perasaan orang Inggris tentang hubungan mereka dengan Amerika? Laporan Patsy Widakuswara berikut disampaikan Jimmy.

TEKS:
London sedang bersiap-siap untuk menyambut Presiden Trump mulai 3 Juni. Dia adalah seorang tokoh kontroversial di Inggris, dan pol memperlihatkan mayoritas warga Inggris tidak suka pada Trump.

((Ted Holmes))
“Saya rasa semuanya yang menyangkut dirinya buruk. Dan dia juga suka berbohong, dia nakal sekali.”

((Hannah Zlatkavac))
"Bagaimana seorang presiden yang berperilaku seperti dia dan mengatakan hal-hal seperti yang dikatakannya boleh masuk ke dalam politi, saya rasa ini konyol sekali.”

((James Burke))
"Kunjungannya kesini penting untuk hubungan Amerika dan Inggris. Tetapi hal itu disebabkan fakta bahwa Amerika dan Inggris punya hubungan yang sangat baik.”
Trump dikecam ketika dia mengirim cuitan disertai video anti-Muslim yang berasal dari kelompok ekstrim kanan Inggris, dan ketika dia menuduh badan intelijen Inggris memata-matai kampanyenya. Tetapi pejabat Inggris menyatakan bahwa hubungan khusus antara kedua negara masih tetap utuh. Pol juga menunjukkan kedekatan budaya antara kedua negara masih tetap kuat.
Istilah bagi “hubungan khusus” ini dicetuskan setelah PD ke 2 oleh PM Winston Churchill, dan digunakan untuk menggambarkan hubungan bilateral yang erat dan meliputi bidang politik, budaya, ekonomi, dan militer. Charles Kupchan adalah peneliti senior di Council on Foreign Relations:
((Charles Kupchan, Council on Foreign Relations))
"Ini benar-benar salah satu dari hubungan yang sukses dan paling penting dalam sejarah, mulai adari akhir abad ke 19, dimana Amerika dan Inggris adalah dua serangkai yang tidak terpisahkan.”
Kedekatan ini kadang-kadang tercermin di diri pemimpin-pemimpin masing-masing termasuk Reagan dan Thatcher, Bush dan Blair, serta Obama dan Cameron.
Tetapi ini berbeda pada diri Trump dan PM Theresa May, khususnya setelah dia secara terbuka mengecam penanganan Brexit oleh PM May.
Seperti lawatan Trump pada 2018, protes besar-besaran direncanakan, dan penyelenggara mengatakan, mereka meng-antisipasi bahwa puluhan ribu orang akan datang.
Presiden Amerika lainnya juga pernah disambut secara dingin di Inggris. Misalnya, setelah menempatkan misil nuklir di pangkalan militer di Inggris, Ronald Reagan dihadapkan pada protes pada 1982. Juga George W. Bush disambut dingin setelah terjadi invasi ke Irak pada 2003. Jadi sebagaimana hubungan antar negara lainnya, hubungan ini juga diwarnai dengan masa baik dan masa buruk.
XS
SM
MD
LG