Tautan-tautan Akses

Solar Orbiter Badan Antariksa Eropa Lebih Dekat ke Matahari


Solar Orbiter Badan Antariksa Eropa Lebih Dekat ke Matahari
mohon tunggu
Embed

No media source currently available

0:00 0:02:31 0:00

Para peneliti di Badan Antariksa Eropa sedang mempersiapkan perjalanan bersejarah. Mereka mengatakan Solar Orbiter, pesawat antariksa yang dimodifikasi agar tahan panas, akan melakukan perjalanan lebih dekat ke matahari daripada sebelumnya, sehingga dapat membantu para ilmuwan mempelajari perkembangan badai matahari.

Para ilmuwan di Badan Antariksa Eropa (ESA) menyiapkan misi Solar Orbiter untuk mempelajari matahari dengan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kata ilmuwan proyek Solar Orbiter ESA Daniel Muller:

(DANIEL MULLER, PROJECT SCIENTIST, ESA SOLAR ORBITER)
"Kita terbang lebih dekat ke matahari dibanding penerbangan sebelumnya, dan kita akan mengambil gambar-gambar dan banyak data menarik dari matahari itu sendiri, tetapi juga angin surya selagi meninggalkan matahari."

NARR:
Perjalanan pesawat antariksa itu memakan waktu tiga tahun untuk mencapai jarak 43 juta kilometer dari matahari, di mana ia akan terpapar cahaya 13 kali lebih kuat daripada yang mencapai Bumi.

(DANIEL MULLER, PROJECT SCIENTIST, ESA SOLAR ORBITER)
“Dengan mengukur angin surya kita dapat mempelajari komposisi matahari itu sendiri dan kita juga bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang cuaca antariksa. Jadi kita ingin lebih memahami bagaimana matahari mengubah atmosfer Bumi yang juga memengaruhi GPS dan komunikasi satelit.”

NARR:
Para peneliti itu mendesain perisai panas yang dibuat khusus untuk menahan suhu sangat tinggi yang akan dihadapi pesawat antariksa itu.

Michele Sprake dari Airbus Defence and Space mengatakan:

(MICHELLE SPRAKE, ASST ENGINEER, AIRBUS DEFENCE AND SPACE)
“Perisai panas itu akan diterpa panas matahari hampir 500 derajat Celcius. Jadi banyak bahan baru telah dikembangkan, termasuk yang terbuat dari tulang hewan bawah tanah ... dalam upaya menjaga suhu di balik perisai panas dan pesawat antariksa serendah mungkin sehingga perangkat elektronik dapat berfungsi."

NARR:
Para ilmuwan akan melontarkan pesawat antariksa itu dari orbit Bumi sehingga dapat melihat kutub-kutub matahari dengan lebih baik; sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Para insinyur yang membangun perangkat penelitian itu selanjutnya akan bersiap-siap menguji sistem listrik untuk misi tujuh tahun, yang akan diluncurkan oleh NASA pada tahun 2020.
XS
SM
MD
LG