Tautan-tautan Akses

Kagame Yakin Menang untuk Jabatan Ketiga dalam Pilpres Rwanda 


Presiden Paul Kagame berbicara pada kampanye di luar ibukota Kigali. (Z. Baddorf for VOA)

Warga Rwanda hari Jumat (4/8) ke TPS-TPS di mana Presiden Paul Kagame diperkirakan akan memenangkan masa jabatan ketiga di tengah-tengah tuduhan pemerintahnya hendak menekan pembangkang. Sembilan dari 11 partai politik yang terdaftar mendukungnya tapi ada dua calon lain yang masih menyainginya.

Lebih dari 200 ribu orang menghadiri kampanye terakhir menjelang pemilu untuk Presiden Paul Kagame di ibukota.

Para pendukung menari dan bersorak selama berjam-jam bahkan sebelum presiden tiba untuk berpidato. Mereka melambaikan bendera Partai Patriotik Rwanda yang berwarna merah, putih dan biru.

β€œIa adalah seorang pejuang kebebasan. Ia membawa perdamaian, persatuan dan rekonsiliasi bagi kami,” ujar Martha Kaiesu.

Kagame mengatakan yakin akan memenangkan masa jabatan ketiga dengan selisih besar. Dalam pemilu terakhir tahun 2010, Kagame memenangkan 93% suara.

Kelompok HAM menuduh pemerintah melancarkan kampanye intimidasi dan tekanan terhadap potensi lawan-lawan politik dan pendukung mereka termasuk melakukan penangkapan dan diduga penculikan. Kebijakan baru pemerintah tahun ini mewajibkan pesan-pesan calon presiden di media sosial harus disetujui sebelumnya oleh komisi pemilu. Kebijakan itu dibatalkan setelah mendapat kecaman internasional.

Komisi pemilu menolak empat calon oposisi yang mencalonkan diri tahun ini.

Salah seorang dari dua saingan Kagame yang masih bertahan adalah calon Partai Hijau, Frank Habineza.

Kampanye Habineza awal minggu ini di pinggiran Kigali menarik sekitar 500 orang. Keputusan pemerintah mengobah lokasi kampanye dituduh sebagai penyebab rendahnya peserta kampenye itu.

Hampir separuh dari masa yang menghadiri kampanye Habineza berdiri di seberang jalan. Jauh dari kamera dan pendengaran, beberapa mengatakan kepada VOA mereka takut untuk terang-terangan mendukung oposisi. Ini pertama kalinya Habineza mencalonkan diri.

Meski demikian Kagame sudah berkuasa sejak akhir masa genosida tahun 1994. Referendum konstitusi tahun 2015 yang disetujui oleh 98% pemilih memungkinkannya mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga dan kemungkinan akan tetap berkuasa sampai tahun 2034.

Tapi ada seruan untuk perubahan. VOA bertemu dengan partai yang baru saja dibentuk Gerakan Penyelamat Rakyat pada sebuah pertemuan.

Dengan kerai dan pintu ditutup sekitar 15 anggota Gerakan Penyelamat Rakyat membahas masa depan organisasi itu. Mereka dipimpin oleh Diane Rwigara. Akuntan berusia 35 tahun itu termasuk diantara calon presiden yang didiskualifikasi tahun ini.

Komisi pemilu mengatakan Rwigara tidak menyerahkan 600 tanda tangan yang disyaratkan. Rwigara mengatakan ia sudah menyerahkannya dua kali.

Karena Gerakan Penyelamat Rakyat bukan partai terdaftar, Rwigara mengatakan mereka hanya bertemu secara tertutup.

Warga Rwanda hari Jumat akan menuju TPS dan hasilnya diperkirakan keluar sedini akhir pekan. [my/al]

XS
SM
MD
LG