Tautan-tautan Akses

Angka Kematian Ibu Hamil Berkurang Tapi Belum Capai Target MDG - Info Kesehatan


mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:57 0:00
Unduh

Sebuah studi baru mendapati kematian ibu akibat komplikasi dalam kehamilan dan persalinan telah berkurang hampir setengahnya  sejak tahun 1990.  Namun, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan sebagian besar negara tidak akan memenuhi target pembangunan Milenium 2015 dalam mengurangi kematian ibu sebanyak dua pertiganya.  Lisa Schlein melaporkan untuk VOA dari markas VOA di Jenewa selengkapnya disampaikan Ika Inggas dalam Sains dan Kesehatan  Data baru PBB menunjukkan 45 persen lebih banyak ibu yang tetap  hidup saat persalinan dewasa ini daripada pada tahun 1990.  Tahun lalu, ditemukan 289,000 perempuan meninggal karena komplikasi dibandingkan dengan 523,000 kasus pada tahun 1990. Penelitian kedua WHO yang berkaitan mencatat penyebab kematian ibu telah berubah selama 24 tahun ini.  Pada tahun 1990, ia mengatakan perempuan hampir meninggal karena perdarahan, infeksi, dan tekanan darah tinggi dalam kehamilan.    Sekarang, dikatakan lebih dari satu dalam empat kematian ibu disebabkan oleh kondisi medis yang sudah ada, seperti diabetes, HIV, malaria dan obesitas. Direktur WHO untuk kesehatan reproduksi dan penelitian, Marleen Temmerman adalah salah satu penulis kajian itu.  Dia mengatakan kejadian penyakit tidak menular adalah meningkat di seluruh dunia.  Dia menambahkan kondisi seperti obesitas dan diabetes memburuk selama kehamilan dan bisa mengancam nyawa. Dia mengatakan wilayah sub-Sahara Afrika masih paling berisiko sehubungan dengan komplikasi kehamilan dan persalinan.”Jika kita melihat apakah resiko bagi seorang perempuan meninggal sewaktu  kehamilan dan persalinan, ini  adalah satu berbanding 40 di sub-Sahara Afrika dibandingkan dengan satu dalam kira-kira 3.500 misalnya di Eropa atau dunia Barat.” WHO  mengatakan kemajuan dalam mengurangi kematian ibu sedang dilakukan.  Namun, dikatakan ada terlalu sedikit kemajuan dalam mencegah kehamilan pada remaja, aborsi, kematian ibu, infeksi penyakit menular seksual dan HIV dalam 20 tahun terakhir.   Penelitian itu mengklaim hal ini sebagian besar disebabkan kurangnya tersedianya  layanan dan kualitas pendidikan seksual yang komprehensif bagi  kaum muda, terutama di negara-negara miskin.  Tercatat lebih  dari 15 juta anak perempuan berusia 15-19 melahirkan setiap tahun.  Dikatakan banyak hasil kehamilan ini dari hubungan seks yang tidak saling-suka. Laporan itu mengatakan 10 negara mencatat sekitar 60 persen kematian ibu global.  Ini termasuk India, Nigeria, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Indonesia, Pakistan, Tanzania, Kenya, Tiongkok, dan Uganda.   Kajian itu  mengatakan  risiko tertinggi kematian ibu ada  di Somalia dan Chad.  Dikatakan 11 negara berada dalam target MDG untuk mengurangi angka kematian ibu sebesar 75 persen.    

XS
SM
MD
LG