Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 19:53

Berita / Indonesia

Polri: Terduga Teroris Akan Lakukan Aksi Bom Bunuh Diri

Seorang buron terduga teroris mengaku akan melakukan bom bunuh diri ke beberapa lokasi, diantaranya Mabes Polri.

Brigjen Boy Rafli Amar dari Mabes Polri menunjukkan foto-foto bukti perakitan bom. (VOA/Andylala Waluyo)
Brigjen Boy Rafli Amar dari Mabes Polri menunjukkan foto-foto bukti perakitan bom. (VOA/Andylala Waluyo)
UKURAN HURUF - +
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI, Brigjen Boy Rafli Amar, menjelaskan terduga pelaku teror yang menjadi buronan polisi dalam kasus ledakan bom rakitan di Tambora Jakarta Barat dan Beji Depok telah menyerahkan diri di Pos Polisi Jembatan Lima Jakarta Barat Minggu (9/9).

Terduga pelaku itu mengaku mempersiapkan dirinya untuk menjadi pelaku bom bunuh diri dengan lokasi antara lain Mabes Polri dan beberapa daerah lainnya yang rencananya akan dilakukan pada Senin (10/9).

“Yang menyerahkan diri di pos polisi Jembatan Lima, Tambora, adalah saudara M. Thoriq, pemilik bahan peledak di Jl. Teratai, Jembatan Lima, Jakarta Barat. Dari hasil pemeriksaan, bom bunuh diri itu dipersiapkan Thoriq untuk melakukan aksi teror hari ini,” ujar Boy.

“Dari hasil penjelasan yang bersangkutan, aksi teror itu umumnya ditujukan untuk aparat kepolisian. Yang pertama Markas Komando Brimob Kwitang, Pos Polisi Salemba, kantor Densus 88 Mabes Polri dan Komunitas Masyarakat Budha, terkait issue Rohingya, Myanmar. Berdasarkan pengakuannya, Thoriq melakukan ini karena ingin masuk surga.”

Selain itu, Boy juga mengungkapkan bahwa Tim Detasemen Khusus 88 telah menangkap empat terduga teroris pada Minggu (9/9) di Ambon, serta menyita senjata api dan ribuan amunisi.

“Keempatnya adalah Sukri, Jimi alias Zum, Baharuddin dan Imran. Dari mereka diperoleh satu buah senjata api jenis MK 3 dan satu senjata api jenis SS1. Kemudian ada granat dan pelontar serta 10.000 butir amunisi siap pakai. Penangkapan ini terkait dengan pelatihan-pelatihan militer di beberapa titik daerah di Sulawesi, diantaranya di Poso Sulawesi Tengah,” tutur Boy.

Ia menambahkan, penyidik polisi menemukan keterkaitan antara perakitan bom yang dilakukan Thoriq dengan pelaku penangkapan di Ambon. Namun untuk kelompok di Solo, kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Direktur deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris kepada VoA  mengatakan kelompok-kelompok ini punya arah yang sama dalam melakukan aksi teror.

Menanggapi munculnya generasi baru dalam kelompok teroris, terkait dengan upaya deradikalisasi dari pemerintah untuk mencegah munculnya kembali kelompok teror,  Irfan megatakan tidak mudah melakukan pendeteksian aktivitas kelompok teror ini, khususnya regenerasi yang dilakukan dan perluasan jaringan.  

“Kalaupun ada ledakan bukan berarti deradikalisasi tidak jalan atau dipertanyakan. Program ini baru jalan setahun. Kalaupun ada ledakan-ledakan seperti itu sudah lama dipersiapkan, bisa 10 tahun atau jauh sebelumnya,” ujar Irfan.

“Adapun persiapan generasi dan perluasan jaringan, kita tidak bisa langsung mendeteksinya semuanya secara sekaligus. Kita bertahap, ada anti radikalisasi kelompok masyarakat tertentu. Dan deradikalisasi kepada kelompok inti.”
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Teater untuk Warga Tunanetra - Liputan Feature VOA

Warga tuna netra di Amerika ternyata dapat juga menikmati sebuah pertunjukan teater. Seperti yang dilakukan di teater ‘Everyman’, di Baltimore, Maryland. Selain mendengarkan dialog dalam pementasan, teater ini mengadakan tur khusus bagi penonton tuna netra, dimana mereka dapat menyentuh langsung props yang dipakai dan dekorasi panggung, serta mengetahui tata letaknya. Ini membantu imajinasi mereka dalam menghayati kisah yang disampaikan selama pementasan.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya