Tautan-tautan Akses

Solo Terkena Aksi Teror Ketiga dalam Dua Pekan

  • Yudha Satriawan

Polisi berjaga di depan pos polisi yang terkena aksi terorisme di Solo (foto: VOA/Yudha Satriawan).

Polisi berjaga di depan pos polisi yang terkena aksi terorisme di Solo (foto: VOA/Yudha Satriawan).

Polisi menjadi sasaran penyerangan dan penembakan sekelompok orang tak dikenal – aksi terorisme ketiga dalam dua pekan ini.

Warga Solo kembali dikejutkan aksi terorisme yang terjadi di Pos Polisi kawasan Singosaren Solo, Kamis malam (30/8). Ratusan warga yang akan pulang kerja dari kawasan perdagangan tersebut terkejut mendengar suara rentetan tembakan. Salah seorang saksi mata, Jimin, pemilik warung makan di seberang pos polisi yang menjadi sasaran aksi terorisme itu mengaku melihat aksi penyerangan yang terjadi di pos Polisi Singosaren ini. Bahkan Jimin melihat seorang polisi terluka parah terkena tembakan.

“Saya sedang duduk lalu ada suara tembakan dan saya langsung lihat di pos polisi itu arena sumber tembakan. Saya lihat ada polisi tergeletak terkena luka tembak dan pelaku penembakan mengendarai motor. Satu orang menunggu di atas sepeda motor, satu orang lagi masuk pos memberondong tembakan dan lari membonceng rekannya itu,” ujar Jimin.

Ratusan polisi bersenjata lengkap masih bersiaga di lokasi kejadian. Sebagian lagi melakukan olah TKP untuk mencari barang bukti. Garis polisi juga masih terpasang di sekeliling lokasi kejadian. Ribuan warga Solo pun berdesakan ingin menonton di lokasi kejadian. Belum ada satupun juru bicara polisi di Solo yang memberikan keterangan terkait aksi teror ini. Bahkan polisi yang bertugas di lokasi kejadian juga enggan berkomentar.

Aksi teror ini menjadi aksi ketiga yang terjadi dalam waktu dua pekan ini. Peristiwa pertama terjadi saat sekelompok orang tak dikenal menyerang dan memberondong tembakan di Pos Polisi Gemblegan Solo, pada malam Perayaan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus. Dua polisi yang sedang bertugas mengalami luka terkena tembakan di bagian pinggang dan kaki.

Dua hari kemudian, tepatnya malam takbiran menjelang hari raya Idul fitri, 19 Agustus lalu, sebuah pos polisi di Gladag, sekitar 50 meter dari Balaikota Solo, juga menjadi sasaran lemparan granat. Ledakan granat tersebut hanya merusak pos polisi itu dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Tim Mabes POLRI hingga Densus 88 Anti Teror dilibatkan untuk mengungkap aksi terorisme tersebut.
XS
SM
MD
LG