Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 09:21

Berita / Politik

PBB akan Investigasi Serangan Pesawat Tanpa Awak

PBB telah melancarkan penyelidikan atas penggunaan serangan pesawat tanpa awak dan pembunuhan dalam operasi kontra-terorisme.

PBB melancarkan penyelidikan terhadap serangan pesawat tanpa awak yang terfokus pada terbunuhnya warga sipil (foto: dok).
PBB melancarkan penyelidikan terhadap serangan pesawat tanpa awak yang terfokus pada terbunuhnya warga sipil (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Penyelidikan yang diumumkan hari Kamis di London itu akan menyelidiki 25 serangan di Pakistan, Yaman, Somalia, Afghanistan dan wilayah Palestina. Penyelidikan itu juga akan fokus pada terbunuhnya dan terlukanya warga sipil akibat serangan-serangan itu.

Penyelidikan itu akan dilakukan oleh pengacara Inggris Ben Emmerson, utusan khusus PBB urusan kontra-terorisme dan hak asasi manusia.

Emmerson mengatakan penggunaan teknologi pesawat tanpa awak "akan tetap ada seterusnya," seraya menambahkan bahwa sangat penting bahwa "struktur hukum dan operasional yang tepat segera diberlakukan untuk mengatur penggunaannya."

Kebanyakan serangan pesawat tanpa awak dilakukan oleh Amerika, walaupun Israel juga telah menggunakannya dan negara-negara lain punya akses pada teknologi itu.

Pakistan adalah satu dari tiga negara yang meminta investigasi itu. Pakistan telah mengutuk serangan-serangan pesawat tanpa awak Amerika terhadap sasaran-sasaran di perbatasan negara itu dengan Afghanistan, dengan mengatakan bahwa hal itu tidak saja melanggar kedaulatan Pakistan, tetapi kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan-serangan itu memicu militansi di wilayah tersebut.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya