Tautan-tautan Akses

PM Pakistan Nyatakan Keprihatinan Serangan Pesawat Tanpa Awak AS


PM Pakistan Raja Pervez Ashraf (kanan) menerima Dubes AS Richard G. Olson, di Islamabad, Kamis (6/12).

PM Pakistan Raja Pervez Ashraf (kanan) menerima Dubes AS Richard G. Olson, di Islamabad, Kamis (6/12).

PM Pakistan Raja Pervez Ashraf menyatakan hal itu dalam pertemuan hari Kamis dengan Duta Besar Amerika untuk Pakistan Richard Olson.

Perdana Menteri Pakistan Raja Pervez Ashraf menyatakan keprihatinan atas serangan pesawat tanpa awak milik Amerika di negara itu dalam pertemuan hari Kamis dengan Duta Besar Amerika untuk Pakistan Richard Olson.

Kantor Perdana Menteri merilis sebuah pernyataan yang mengatakan dalam pertemuan itu Ashraf menyebut serangan-serangan tersebut kontra-produktif dan mendesak digunakannya cara-cara lain untuk menumpas teroris.

Kantor Ashraf mengatakan Duta Besar Amerika mencatat keprihatinan pemerintah dan rakyat Pakistan dan berjanji akan menyampaikannya ke Washington.

Pembicaraan hari Kamis itu dilakukan sementara serangan pesawat tanpa awak yang diduga milik Amerika menewaskan tiga tersangka militan di Pakistan barat laut dekat perbatasan dengan Afghanistan.

Para pejabat intelijen Pakistan mengatakan pesawat tersebut menembakkan dua misil hari Kamis ke sebuah rumah di Mubarak Shahi, yang terletak di daerah kesukuan Waziristan Utara. Waziristan Utara adalah basis militan yang terkait dengan al-Qaida dan Taliban.

Pakistan telah berulang-kali mengecam serangan pesawat tanpa awak milik Amerika sebagai pelanggaran kedaulatan negara itu, tetapi pejabat-pejabat Amerika mengatakan serangan tersebut merupakan alat penting untuk mengalahkan militan terkait dengan al-Qaida dan Taliban.
XS
SM
MD
LG