Minggu, 26 April 2015 Waktu: 01:15

Berita / AS / Pemilu AS

Obama Salahkan Partai Republik atas Kegagalan Reformasi Imigrasi

Presiden AS Barack Obama menyalahkan Partai Republik atas kegagalannya memenuhi janji reformasi imigrasi dalam masa jabatan pertamanya.

Presiden Barack Obama membahas isu imigrasi di jaringan televisi AS 'Univision' yang berbahasa Spanyol hari Kamis (20/9).
Presiden Barack Obama membahas isu imigrasi di jaringan televisi AS 'Univision' yang berbahasa Spanyol hari Kamis (20/9).
Presiden Amerika Barack Obama tampil di jaringan televisi Amerika Univision yang berbahasa Spanyol hari Kamis, katanya faksi Republik di Kongres yang sebelumnya selalu mendukung reformasi undang-undang imigrasi tiba-tiba menentangnya. Presiden mengakui bahwa ia tidak naif dalam mengantisipasi hal ini.

Obama juga mengatakan siapapun yang yakin rakyat Amerika ingin tergantung pada pemerintah berarti tidak “tahu banyak tentang perkembangan."

Ia merujuk pada sebuah rekaman video yang muncul minggu ini dimana Capres Partai Republik Mitt Romney dalam acara penggalangan dana bulan Mei mengatakan 47 persen orang yang memilih Obama adalah orang-orang yang merasa jadi "korban" dan bergantung pada tunjangan pemerintah. Romney mengatakan ia tidak akan "peduli terhadap orang-orang itu."

Romney tampil di Univision hari Rabu, ia mengatakan kampanyenya 100 persen untuk rakyat Amerika. Ia mengatakan Partai Republik tradisinya merupakan tempat bagi warga Amerika keturunan Hispanik, ia menyebutnya tempat yang menyediakan kesempatan dan harapan.

Jajak pendapat menunjukan Presiden Obama unggul hampir 40 persen dibandingkan Romney di kalangan pemilih Hispanik. Kedua kandidat hari Kamis berkampanye di Florida - negarabagian dengan populasi Hispanik besar dan penting untuk merebut tempat di Gedung Putih.

Hari Kamis, mantan Gubernur Minnesota dan bakal calon presiden dari Partai Republik Tim Pawlenty mengundurkan diri dari posisinya sebagai salah satu ketua dari kampanye Romney dan menjadi kepala perusahaan pelobi untuk Wall Street. Financial Services Roundtable mengatakan perusahaannya adalah non-partisan.

Pawlenty sebelumnya adalah bakal calon Presiden dari Partai Republik. Ia mengundurkan diri dari kontes pemilihan tahun lalu setelah terpuruk dalam jajak pendapat di Iowa, salah satu pedoman utama dalam mengukur popularitas bakal calon presiden.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Tota dari: CfWBJSSbdCeiYyjgO
04.10.2012 12:11
aduw .ahirnya nyampai juga obtnaya mujarabnya.dokter tere sabar banget ..buat aku yang anak ingusan n masih manja.dokter makasih ya?1 bulan lagi aku pesen lagi ah,gak perlu ragu deh ma dokter tere recomended dokter ..n perawatan wajah :* :*

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Mania Star Wars Menjelang Trilogi Film Barui
X
Nova Poerwadi
25.04.2015
Untuk ukuran fanatisme penggemar fiksi ilmiah, mungkin tidak ada yang melebihi fans Star Wars dan Star Trek. Ini terlihat saat Konvensi Star Wars baru-baru ini, saat para fans berdandan dengan sanggul futuristik atau bikini logam a la Princess Leia atau kostum makhluk raksasa Chewbacca
Video

Video Mania Star Wars Menjelang Trilogi Film Baru

Untuk ukuran fanatisme penggemar fiksi ilmiah, mungkin tidak ada yang melebihi fans Star Wars dan Star Trek. Ini terlihat saat Konvensi Star Wars baru-baru ini, saat para fans berdandan dengan sanggul futuristik atau bikini logam a la Princess Leia atau kostum makhluk raksasa Chewbacca
Video

Video Komunitas Atap Panel Surya Ibukota

Seiring banyaknya warga AS yang memasang perangkat panel surya di rumah mereka, sejumlah pihak mengkritik bahwa praktek tersebut justru membebankan ongkos listrik lebih besar kepada warga yang tidak punya panel matahari. Ikuti liputan selengkapnya bersama tim VOA.
Video

Video Puncak Peringatan 60 Tahun KAA

Menandai puncak peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Sejumlah Kepala Negara dan Pemimpin Pemerintahan melakukan napak tilas KAA 1955 dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 100 meter dari Hotel Savoy Homman menuju gedung Merdeka Bandung. Ahadian Utama melaporkan dari Bandung, Jawa Barat.
Video

Video Jepang dan China Bersaing Pasarkan Kereta Api Kecepatan Tinggi

Jepang dan China saling bersaing dalam pengembangan kereta api berkecepatan tinggi dan Jepang belum lama ini berhasil mengujicoba kereta yang bisa melaju lebih dari 600 kilometer per jam. Kedua negara juga agresif memasarkan sistem kereta api cepat mereka ke negara-negara Asia.
 Aktivitas di Facebook