Tautan-tautan Akses

Wahid Foundation Pertimbangkan Peringatan Hari Perdamaian Dunia di Poso

  • Yoanes Litha

Seorang warga diperiksa di Pos Pemeriksaan TNI Polri di desa Tamadue, Lore Timur, Kabupaten Poso (foto: ilustrasi). Poso selama ini identik dengan daerah yang penuh kekerasan dan konflik.

Seorang warga diperiksa di Pos Pemeriksaan TNI Polri di desa Tamadue, Lore Timur, Kabupaten Poso (foto: ilustrasi). Poso selama ini identik dengan daerah yang penuh kekerasan dan konflik.

Wahid Foundation mempertimbangkan Poso sebagai lokasi penyelenggaraan peringatan Hari Perdamaian Sedunia pada 21 September 2016 mendatang. Rencana itu mendapat sambutan yang positif dari pemerintah kabupaten Poso.

Wahid Foundation – yang sebelumnya bernama Wahid Institute – pekan ini meninjau situasi di Poso, Sulawesi Tengah yang sedang dipertimbangkan untuk menjadi tempat penyelenggaraan peringatan Hari Perdamaian Dunia pada 21 September 2016 nanti.

Dalam kunjungan selama tiga hari itu Wahid Foundation meninjau kota Poso dan Tentena di Kecamatan Pamona Puselembah, sekaligus menggelar pertemuan dengan pemerintah kabupaten Poso dan tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda.

Campaign and Policy Manager di Wahid Foundation Endah Nurdiana mengatakan kabupaten Poso merupakan lokasi yang dipertimbangkan pihaknya karena adanya harapan luas masyarakat supaya daerah ini bisa segera memulihkan keamanannya.

“Kalau kami itu melihat Poso sebagai daerah yang selama ini punya label yang kurang menarik, labelnya adalah label kekerasan, label konflik dan segala macamnya, tapi kebetulan saya sudah beberapa kali ke sini dan itu apakah memang benar atau tidak harus dibuktikan ke dunia luar dan sebetulnya ke Indonesia sendiri dulu, nah jadi kenapa Poso yang harus dilihat adalah kita mau apa dari masyarakat disini? Mau nggak kita membuka daerah ini menjadi daerah yang tidak lagi punya label seperti itu,” papar Endah.

Hal senada juga dikemukakan oleh Bupati Poso, Darmin Sigilipu, yang mengatakan pemerintah kabupaten Poso sangat ingin supaya daerah ini diberi kesempatan menjadi lokasi acara akbar itu supaya bisa mengkampanyekan kepada dunia bahwa Poso adalah daerah yang aman dan damai.

“Harapan terbesar mudah mudahan ini tidak meleset tempatnya, karena ada dua lokasi yang diincar oleh teman teman Wahid Foundation ini, yang pertama Poso, yang kedua di Bima, tapi kita berharap, kita ingin membuka tanah Poso ini seluas luasnya. Saya berharap Poso dari waktu ke waktu itu makin terbuka dan kita makin merasakan kedamaian yang ada di Poso,” ujar Darmin.

Selain Poso, Sulawesi Tengah, lokasi lain yang juga dilirik Wahid Foundation adalah Bima di Nusa Tenggara Barat. Tetapi Darmin Sigilipu mengatakan pihaknya siap membantu kebutuhan apapun yang diperlukan jika Poso dipilih sebagai lokasi peringatan.

“Kita siap 100 persen untuk memfasilitasi dan mendukung apa yang kira kira dibutuhkan oleh teman teman ini. Mudah mudahan setelah ada peninjauan kemudian melihat juga melihat beberapa titik obyek- obyek wisata kita, ini akan dievaluasi , cocoknya dimana kita tinggal menyesuaikan dari teman-teman Jakarta,” tambah Darmin.

Hari Perdamaian Dunia atau International Day Of Peace yang pertama kali diperingati tahun 1982, bertujuan untuk mendorong perdamaian dunia. Pada tahun 2001 PBB menetapkan tanggal 21 September sebagai peringatan Hari Perdamaian Dunia. Badan dunia itu juga menganjurkan semua pihak untuk melakukan dialog secara terus menerus dalam upaya menyelesaikan konflik secara damai. [yl/em]

XS
SM
MD
LG