Tautan-tautan Akses

Operasi Tinombala 2016 Berhasil Sita Sejumlah Besar Bom Rakitan, Senjata dan Amunisi

  • Yoanes Litha

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto memperlihatkan foto dari bom rakitan yang telah dijinakkan oleh Jibom Gegana Brimob Polda (Foto: VOA/Yoanes)

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto memperlihatkan foto dari bom rakitan yang telah dijinakkan oleh Jibom Gegana Brimob Polda (Foto: VOA/Yoanes)

Operasi Tinombala 2016 mencatat sejumlah pencapaian dalam penanganan kelompok teroris Santoso di Poso, Sulawesi Tengah, sejak operasi itu dimulai pada 10 Januari 2016 silam, menggantikan operasi Camar Maleo IV.

Sejak dimulai pada 10 Januari 2016 lalu, Satuan Tugas Operasi Tinombala 2016 telah mencatat sejumlah keberhasilan, yaitu di antaranya semakin berkurangnya anggota kelompok teroris Santoso yang kini diperkirakan hanya tinggal 22 orang, serta diamankannya sejumlah besar bom rakitan aktif, senjata api dan amunisi.

Operasi itu juga berupaya memastikan situasi di Sulawesi Tengah umumnya dan Poso pada khususnya tetap kondusif selama pelaksanaan bulan suci Ramadhan 1437 Hijriah hingga Idul Fitri mendatang.

Operasi Tinombala 2016 telah mencatatkan sejumlah pencapaian dalam penanganan kelompok teroris Santoso di Poso, Sulawesi Tengah, sejak operasi itu dimulai pada 10 Januari 2016 silam, menggantikan operasi Camar Maleo IV.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto kepada VOA di Mapolres Poso (16/6) mengatakan sejak dimulai pada 10 Januari silam, operasi yang melibatkan 3.000 personel pasukan gabungan TNI-POLRI di Poso itu sejauh ini telah mengamankan 86 bom rakitan aktif, 11 senjata api yang terdiri atas tiga pucuk senjata api laras panjang dan laras pendek pabrikan, sedangkan sembilan diantaranya adalah senjata api rakitan, termasuk 190 butir amunisi.

“Secara keseluruhan untuk yang bersifat barang hasil operasi Tinombala sampai dengan saat ini adalah bom rakitan sejumlah 86 buah, kemudian senjata api laras panjang pabrikan satu buah, senjata pendek rakitan dua buah, kemudian untuk senjata panjang rakitan delapan pucuk dan senjata pendek rakitan empat pucuk. Kemudian amunisi keseluruhannya 190,” kata AKBP Hari Suprapto.

Dari keseluruhan senjata api rakitan dan amunisi yang diamankan, ada enam pucuk senjata api rakitan berikut 10 butir amunisi yang merupakan hasil penyerahan warga masyarakat di Kecamatan Lore Tengah, Poso Pesisir dan Poso Pesisir Utara.

Operasi Tinombala 2016 di Poso juga telah menyebabkan berkurangnya anggota kelompok Santoso yang sebelumnya berjumlah 41 orang kini tinggal 22 orang, tiga diantaranya perempuan. 12 orang dari anggota kelompok itu tewas dalam sejumlah peristiwa baku tembak dengan aparat gabungan TNI-Polri, dua lagi ditemukan telah dalam kondisi menjadi mayat dan telah diidentifikasi, sedangkan lima orang berhasil diamankan dalam kondisi hidup.

Dari kelima orang itu, empat orang ditangkap dan satu orang menyerahkan diri. Selain itu juga diamankan tiga orang yang hendak bergabung dengan kelompok teroris itu.

“Sedangkan untuk tersangka yang tertangkap hidup dan menyerahkan diri itu lima tersangka, lima DPO. Kemudian yang meninggal dunia saat kontak tembak 12 orang, ditemukan mayat dan sudah kita idenifikasi itu dua orang, kemudian tertangkap pada saat akan bergabung tiga orang,” lanjut AKBP Hari Suprapto.

Dalam bulan suci Ramadan 1437 Hijriah tahun ini, Operasi Tinombala 2016 tetap berlangsung dan berupaya menjaga situasi keamanan di wilayah Poso khususnya dan Sulawesi Tengah pada umumnya selama bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang.

Pasukan yang dilibatkan dalam operasi itu tetap ditempatkan di lokasi-lokasi tertentu yang selama ini menjadi wilayah pelaksanaan Operasi Tinombala 2016, namun pergerakan pasukan di lapangan dalam upaya mencari dan menangkap 22 orang anggota kelompok itu disesuaikan dengan kondisi personel yang sebagian besar di antaranya sedang menunaikan ibadah puasa. [yl/lt]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG