Tautan-tautan Akses

Presiden Turki Kecam Tanggapan Asing terhadap Upaya Kudeta


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh negara-negara Barat mendukung upaya kudeta gagal di negaranya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh negara-negara Barat mendukung upaya kudeta gagal di negaranya.

Presiden Erdogan Selasa (2/8) menuduh negara-negara Barat mendukung teroris dan berpihak pada mereka yang melakukan kudeta gagal di Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari Selasa (2/8) kembali mengecam sejumlah negara Barat yang tidak disebut namanya yang menurutnya mendukung upaya kudeta 16 Juli lalu yang menewaskan lebih dari 270 orang.

“Negara-negara Barat mendukung teroris dan berpihak pada mereka yang melakukan kudeta,” ujar Erdogan, dan menambahkan bahwa pasukan yang tidak gembira melihat bangkitnya Turki sebagai negara berpengaruh di kawasan berada di balik kudeta tersebut.

“Negara-negara Barat memiliki sejumlah aktor di dalam Turki tetapi skenario kudeta ini dibuat di luar negeri”, ujar Erdogan dalam pidato di sebuah pertemuan para investor di Ankara.

Pemerintah Turki mengatakan kudeta itu didalangi oleh Fethullah Gulen – ulama dan mantan sekutu Erdogan yang kini mengasingkan diri di Pennsylvania, Amerika. Turki menuntut supaya Gulen diekstradisi, tetapi Amerika meminta bukti-bukti keterlibatan Gulen.

Erdogan menggerutu atas permintaan Amerika itu dengan mengatakan “Turki tidak meminta dokumen atas teroris yang diminta Amerika untuk diekstradisi”.

Pemerintah Turki telah melancarkan keras dan luas terhadap gerakan Gulen, yang telah dinyatakan sebagai organisasi teroris. Hampir 70.000 orang dipecat dari pekerjaan mereka karena diduga terlibat dalam gerakan tersebut. Ini mencakup mereka yang mengelola sekolah/lembaga pendidikan, badan derma dan bisnis internasional gerakan tersebut. [em]

XS
SM
MD
LG