Tautan-tautan Akses

Turki Tingkatkan Penindakan terhadap Orang yang Dicurigai Terlibat Kudeta


Banner dengan foto Presiden Turki Tayyip Erdogan di Istanbul, Turki, 21 Juli 2016.

Banner dengan foto Presiden Turki Tayyip Erdogan di Istanbul, Turki, 21 Juli 2016.

Turki hari Minggu meningkatkan penindakan terhadap para pejabat yang dituduh terlibat dalam kudeta yang gagal pertengahan Juli lalu, dan memberhentikan hampir 1.400 anggota militer.

Di antara yang dipecat adalah seorang staff utama Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang juga bertindak memperketat cengkramannya atas para perwira tertinggi angkatan bersenjata dan badan intelijens negara itu.

Staff kepercayaan Erdogan, Ali Yazici, termasuk di antara orang yang ditangkap lima hari setelah kudeta 15 Juli yang berusaha menggulingkan pemerintah Ankara Erdogan.

Lebih dari 50 ribu orang warga Turki sekarang telah kehilangan pekerjaan di seluruh negara itu dan lebih dari 18 ribu telah ditahan, semuanya atas tuduhan mempunyai hubungan atau mendukung Fethullah Gulen, seorang ulama Muslim yang telah tinggal di Amerika Serikat selama 17 tahun yang dituduh Erdogan mendalangi usaha kudeta itu. Gulen adalah penentang Erdogan, tetapi telah membantah hubungan apapun dengan peristiwa itu.

Turki telah menuntut agar Amerika mengekstradisi Gulen yang berusia 75 tahun itu, yang tinggal di sebuah kompleks pegunungan di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat. Ankara telah mengirim kepada para pejabat Amerika dokumen mengenai keterlibatan Gulen yang dituduhkan dalam kudeta itu, tetapi Amerika belum memberi indikasi akan bertindak segera mengenai permohonan ekstradisi itu.

Sementara itu, para pendukung Erdogan akan mengadakan rapat umum di Cologne, Jerman hari Minggu. Jerman mempunyai 3 juta penduduk keturunan Turki.

Menteri olah raga Turki diperkirakan akan menghadiri demonstrasi itu, tetapi para pejabat Jerman melarang pidato video dari para pemimpin Turki di luar Jerman. [gp]

XS
SM
MD
LG