Tautan-tautan Akses

Pengadilan Turki Bebaskan 800 Lebih Prajurit Wajib Militer


Fethullah Gulen, ulama Turki yang tinggal di AS, diklaim Ankara mendalangi kudeta militer yang gagal (foto: dok).

Fethullah Gulen, ulama Turki yang tinggal di AS, diklaim Ankara mendalangi kudeta militer yang gagal (foto: dok).

Kejaksaan Turki menyarankan pembebasan mereka berdasarkan alasan bahwa mereka telah memberi kesaksian, pasca kudeta militer yang gagal di Turki.

Pengadilan Turki hari Sabtu (30/7) membebaskan lebih dari 800 prajurit wajib militer yang ditangkap dalam penyelidikan mengenai kudeta yang gagal tanggal 15 Juli, kata kantor berita pemerintah Anadolu.

Di Istanbul, 758 dari 989 wajib militer yang ditangkap dalam penyelidikan kudeta itu dibebaskan oleh kepala kejaksaan setelah keputusan pengadilan.

Kejaksaan menyarankan pembebasan mereka berdasarkan alasan bahwa mereka telah memberi kesaksian dan tidak ada risiko akan melarikan diri. Para wajib militer itu sedang melakukan kewajiban mereka melakukan tugas militer ketika kudeta yang gagal itu terjadi.

Di antara yang dibebaskan itu adalah siswa SMA militer. 47 orang lagi prajurit wajib militer dibebaskan oleh pengadilan di Ankara dengan alasan yang sama.

Menurut data terbaru dari Menteri Dalam Negeri Efkan Ala, lebih dari 9.000 orang, yang sebagian besar militer, telah ditangkap pasca kudeta yang gagal itu, yang menyebabkan tewasnya lebih dari 200 orang. Ribuan lagi ditahan, tetapi belum secara resmi ditangkap.

Pemerintah Turki telah melakukan tindakan pembersihan terhadap orang-orang yang dituduh anggota gerakan Gulen yang dipimpin oleh ulama Turki yang berbasis di Pennsylvania, AS, Fethullah Gulen, yang diklaim Ankara mendalangi kudeta itu.

Puluhan ribu orang telah diberhentikan dari jabatan mereka, ditahan atau ditangkap dalam pembersihan, yang telah terjadi, antara lain, di lembaga yudikatif, kepolisian, militer dan lembaga pendidikan. [gp]

XS
SM
MD
LG