Tautan-tautan Akses

Tuduhan Serangan Kimia di Suriah Picu Keprihatinan Dunia


Warga Suriah berupaya mengidentifikasi jenazah korban serangan gas di Damaskus, Suriah, 21 Agustus 2013 (Foto: dok).

Warga Suriah berupaya mengidentifikasi jenazah korban serangan gas di Damaskus, Suriah, 21 Agustus 2013 (Foto: dok).

Kementerian Luar Negeri Rusia hari Jumat (23/8) mengatakan klaim oposisi Suriah bahwa ratusan tewas akibat serangan gas beracun minggu ini seharusnya diselidiki secara obyektif.

Rusia dan China bergabung dalam seruan internasional agar dilakukan penyelidikan atas dugaan serangan gas beracun di pinggiran ibukota Suriah, sementara Presiden Amerika Barack Obama menyatakan insiden yang dilaporkan itu merupakan "keprihatinan serius."

Kementerian Luar Negeri Rusia hari Jumat (23/8) mengatakan klaim oposisi Suriah bahwa ratusan tewas akibat serangan gas beracun minggu ini seharusnya diselidiki secara obyektif dan menyerukan Suriah agar bekerja sama.

Moskow juga meminta pasukan pemberontak menjamin keamanan perjalanan para penyidik PBB yang sudah berada di Suriah menyelidiki dugaan penggunaan bahan kimia sebelumnya. Kementerian itu merilis pernyataan setelah percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry.

Amerika mendesak dilakukan penyelidikan yang dipimpin PBB. Presiden Obama kepada stasiun televisi CNN mengatakan para pejabat masih mengumpulkan informasi tetapi menyebut serangan yang dilaporkan itu "keprihatinan yang mendalam." Tetapi Presiden Obama juga mengatakan kepada CNN, gagasan bahwa Amerika bisa masuk begitu saja dan mengatasi masalah di Suriah adalah "dibesar-besarkan."

Kementerian Luar Negeri China hari Jumat (23/8) juga mendukung seruan bagi penyelidikan PBB. Kepada kantor berita resmi Xinhua, juru bicara Kemenlu mengatakan, China "menentang keras" penggunaan senjata kimia tidak peduli pihak mana yang bertanggungjawab.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG