Tautan-tautan Akses

TNI Kerahkan Armada Bantu Cari Pesawat Malaysia Airlines


Pilot Angkatan Laut Indonesia Mayor Bambang Edi Saputro (kiri) dan Letnan Dua Tri Laksono memeriksa peta saat melakukan pencarian pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines di perairan Indonesia (10/3). (AP/Binsar Bakkara)

Pilot Angkatan Laut Indonesia Mayor Bambang Edi Saputro (kiri) dan Letnan Dua Tri Laksono memeriksa peta saat melakukan pencarian pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines di perairan Indonesia (10/3). (AP/Binsar Bakkara)

TNI sudah mengirimkan lima kapal perang dan satu pesawat untuk membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines yang hilang kontak.

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Moeldoko mengatakan pihak militer Malaysia sudah meminta bantuan kepada militer Indonesia dalam upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 yang hilang kontak sejak Sabtu (8/3).

Terkait hal itu, Panglima Moeldoko mengatakan TNI sudah mengirimkan lima kapal perang dan satu pesawat untuk membantu pencarian pesawat yang hilang kontak dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing itu. Ia menambahkan Indonesia siap memberikan bantuan kapanpun dibutuhkan oleh pemerintah Malaysia.

"Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia menelepon saya untuk meminta bantuan agar membantu mengerahkan sejumlah kekuatan angkatan laut dan udara dalam kaitan hilangnya pesawat komersial Malaysian Airlines. Saya segera perintahkan Kepala Staf Angkatan Laut untuk melakukan apa yang diminta. Ada lima kapal jenis korvet yang saat ini ada di kawasan itu yaitu di Selat Malaka untuk melakukan pencarian. Kalau nanti ada tanda-tanda (ditemukan korban) ya kita lakukan penyelamatan," ujarnya di Jakarta, Selasa.

Moeldoko menambahkan, selain angkatan laut, angkatan udara juga telah melakukan patroli. Baik pesawat maupun kapal hanya berpatroli di wilayah Indonesia yang diperkirakan bisa dilewati oleh Malaysia Airlines, ujarnya.

"Kita berpatroli di wilayah kita sendiri karena Panglima di Malaysia juga meminta bantuan negara lain seperti Vietnam, Filipina dan lain-lain," ujarnya.

Sejauh ini menurutnya, pihak Malaysia belum meminta bantuan intelijen Indonesia untuk menelusuri dugaan penyebab hilangnya pesawat Boeing itu. Meski demikian, kesempatan untuk membantu melalui intelijen itu, menurutnya, telah dapat dilakukan karena Indonesia dan sejumlah negara di Asia sudah memiliki kesepakatan bersama terkait kerjasama intelijen.

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Kruit dan KRI Mata Cora milik TNI Angkatan Laut saat ini tengah mulai menyisir perairan Pulau Penang Malaysia, yang diduga menjadi lokasi jatuhnya Malaysia Airlines. Sedangkan tiga kapal TNI AL lainnya yaitu – KRI Sutanto, KRI Tarihu, dan KRI Siribua– sedang dalam perjalanan menuju lokasi dugaan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan sebagian besar pihak keluarga asal Indonesia telah berada di Malaysia untuk menantikan kepastian kerabat mereka yang termasuk dalam 239 orang yang ada dalam pesawat yang hilang tersebut.

"Sebagian besar keluarga sudah merapat di Kuala Lumpur, yaitu lima dari tujuh keluarga sudah ada di sana. Kita juga sudah meminta perwakilan kita di Kuala Lumpur untguk memberikan dukungan kepada pihak keluarga agar diberikan pelayanan dengan baik tanpa kekurangan hal apapun," ujarnya.

Di antara penumpang dan awak pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines itu ada tujuh warga negara Indonesia: Firman Siregar (25 tahun), Lo Sugianto (47), Indra Suria Tanurisam (57), Chynthya Tio Vinny (47) dan Willy Surijanto Wang (53), serta dua orang terdaftar dengan nama Ferry Indra Suadaya, masing-masing berusia 42 dan 35 tahun.

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG