Tautan-tautan Akses

Tiongkok Bantah Terlibat Kegiatan Mata-Mata atas Pabrik Mobil Renault


Renault Dezir, mobil sport listrik buatan pabrik Renault yang dipamerkan dalam Paris Auto Show, 30 September 2010.

Renault Dezir, mobil sport listrik buatan pabrik Renault yang dipamerkan dalam Paris Auto Show, 30 September 2010.

Beijing mengatakan dugaan keterlibatan Tiongkok dalam spionase Renault adalah tuduhan yang tidak berdasar dan tidak bisa diterima.

Tiongkok membantah terlibat dalam kegiatan mata-mata industri yang menyangkut pabrik mobil Perancis, Renault. Menurut laporan, tiga pejabat eksekutif Renault telah diskors dan kejadian itu dapat merusak hubungan Perancis-Tiongkok.

Jurubicara kementerian luar negeri Tiongkok mengatakan dugaan yang mengatakan Tiongkok terlibat dalam kegiatan spionase industri terkait produsen mobil Perancis, Renault, adalah tuduhan yang tidak berdasar, tidak bertanggung jawab dan tidak bisa diterima.

Media Perancis dan beberapa politisi telah melontarkan tuduhan bahwa pejabat eksekutif Renault menyalurkan informasi mengenai mobil listrik perusahaan itu ke Tiongkok dalam sebuah skandal yang telah mengguncang Perancis. Sebuah perusahaan Tiongkok yang diduga menerima informasi itu dilaporkan menyetor pembayaran melalui rekening bank asing.

Produsen mobil tersebut telah menskors tiga eksekutifnya dan ada laporan yang menyebutkan bahwa mereka mungkin dipecat. Perusahaan itu mengatakan berencana mengambil tindakan hukum. Para eksekutif menyangkal melakukan kesalahan. Industri mobil merupakan sektor penting di Perancis, yang mempekerjakan 10 persen tenaga kerja negara itu.

Skandal spionase atas pabrik mobil ternama Renault, telah mengguncang seluruh Perancis.

Skandal spionase atas pabrik mobil ternama Renault, telah mengguncang seluruh Perancis.

Dengan bantahan Tiongkok dan sedang berlangsungnya penyelidikan oleh pemerintah Perancis, skandal itu kini bergulir menjadi urusan negara. Dalam wawancara dengan radio Europe-1 hari Selasa, juru bicara pemerintah Perancis, Francois Baroin, mencoba mengecilkan kekhawatiran itu.

Baroin mengatakan, Perancis sedang menyelidiki masalah Renault. Menurutnya, pemerintah Perancis tidak menuduh Tiongkok secara resmi atau negara lainnya melakukan spionase industri. Dia mengatakan Renault, seperti perusahaan lain, adalah korban perang ekonomi dan Perancis ingin melindungi perusahaannya.

Tuduhan itu muncul ketika Perancis seperti negara-negara Eropa lainnya secara aktif menjalin hubungan perdagangan dan investasi dengan Tiongkok. Paris dan Beijing memiliki hubungan yang pasang surut selama bertahun-tahun, dengan ketegangan mencuat mengenai masalah HAM dan pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama.

XS
SM
MD
LG