Tautan-tautan Akses

Theresa May Dikukuhkan sebagai PM Baru Inggris


Theresa May memberikan pidato pertama sebagai perdana menteri Inggris di London, Rabu (13/7).

Theresa May memberikan pidato pertama sebagai perdana menteri Inggris di London, Rabu (13/7).

Ratu Elizabeth II telah mengukuhkan Theresa May sebagai perdana menteri Inggris dan - memintanya membentuk pemerintah baru, setelah Ratu menerima pengunduran diri David Cameron di Istana Buckhingham hari Rabu (13/7).

Theresa May yang berusia 59 tahun diperkirakan akan segera menyampaikan susunan kabinetnya, yang mencakup seorang menteri yang bertanggungjawab mewujudkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Dalam pidato pertamanya sebagai perdana menteri, Theresa May mengatakan ia berencana memimpin dalam semangat persatuan dan membangun sebuah negara “yang tepat bagi setiap orang”. Ia mengatakan akan melawan ketidakadilan sosial dan yakin akan pentingnya persatuan dalam semua aspek di Inggris.

Kita akan menjawab tantangan yang ada. Sewaktu kita meninggalkan Uni Eropa, kita akan menciptakan peran positif baru yang lebih nyata bagi diri kita di dunia, dan kita akan menjadikan Inggris sebuah negara yang tepat bukan saja untuk segelintir orang tetapi juga setiap orang”, tambah May.

Ia menambahkan, "Pemerintah yang saya pimpin tidak akan didorong oleh kepentingan segelintir orang saja, tetapi oleh kepentingan Anda. Kami akan melakukan apapun yang bisa supaya Anda bisa lebih mengendalikan kehidupan anda”.

Mengakui kesulitan hidup setiap hari yang dihadapi banyak warga Inggris, May mengatakan pemerintahannya pertama kali akan memikirkan dan mendengar harapan warga kebanyakan.

Amerika menyampaikan ucapan selamat kepada Theresa May dan mengatakan yakin dengan kemampuannya memimpin Inggris melewati perundingan-perundingan Brexit.

Meskipun May – mantan menteri dalam negeri pada kabinet Cameron – mendukung Inggris tetap berada dalam blok Uni Eropa, awal pekan ini ia mengatakan “Brexit adalah Brexit”. Tetapi menegaskan perlunya “merundingan kesepakatan terbaik bagi Inggris ketika meninggalkan Uni Eropa”.

Theresa May – perempuan kedua yang menjadi perdana menteri Inggris setelah Margareth Thatcher – juga mengatakan tidak akan menggagas perundingan keluar dari Uni Eropa itu sebelum akhir tahun ini.

Sebelum beraudiensi dengan Ratu Elizabeth II, Cameron – di luar kediaman perdana menteri di Downing Street Nomor 10 – mengatakan merupakan “kehormatan besar” dalam hidupnya bisa mengabdi sebagai perdana menteri. Didampingi istri dan ketiga anaknya, Cameron menyampaikan penilaiannya atas pemerintahannya dengan mengatakan ia meninggalkan negara dalam kondisi yang lebih kuat dan lebih baik.

Cameron berharap penggantinya berhasil dalam perundingan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, isu yang memaksanya mundur dari jabatannya.

Rabu pagi Cameron untuk terakhir kalinya hadir di House of Commons, dimana ia menerima “standing ovation” atau penghormatan dengan tepuk tangan sambil berdiri, setelah bertugas selama enam tahun sebagai perdana menteri.[em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG